Skip to content

PEMERIKSAAN BAKTERI ECOLI

Februari 26, 2012
<!–[if !mso]> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam setiap kejidupan makhluk hidup, tidak akan bisa lepas pada bakteri. Begitu juga dengan produk perikanan. Bakteri di dalam kehidupan kita memiliki peran yang kadang kala merugikan dan juga kadang kala menguntungkan. Pada produk perikanan terutama produk yang akan dikonsumsi oleh manusia harus terbebas dari kandungan bakteri yang merugikan konsumen patogen).
Untuk itulah perlu adanya sebuah pengamatan yang dilakuakan dan penanganan khusus untuk dapat mereduksi atau menghilangkan bakteri yang dapat merusak produk perikanan dan terutama lagi harus terbebas dari bakteri patogen yang sangat merugikan manusia. Untuk itulah kita dapat melihat berbagai jenis bakteri pada produk perikanan.
B. Tujuan
            Mengetahui kandungan bakteri E. Coli, Salmonella dan Staphylococcus produk ikani.
C. Manfaat
1.  Praktikan dapat mengetahui cara-cara mengokulasi bakteri E. Coli dan patogen dengan berbagai medium.
2.   Praktikan dapat mengetahui cara menghitung kandungan bakteri patogen di berbagai produk perikanan.
D. Waktu dan Tempat
     Hari / Tanggal  : Kamis,  4 November 2004
     Jam                   : 13.30 WIB – selesai
     Tempat             : Laboratorium mikrobiologi Jurusan Perikanan dan Kelautan Fakultas 
        Pertanian, Universitas Gadjah mada.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Bakteri adalah kelompok mikroorganisme yang sangat penting karenan pengaruhnya yang membahayakan maupun menguntungkan. Mereka tersebar luas di lingkungan sekitar kita. Mereka dijumpai di udara, air dan tanah, dalam usus binatang, pada lapisan yang lembab pada mulut, hidung atau tenggorokan, pada permukaan tubuh atau tumbuhan. Patogen adalah mikroorganisme yang menyebabkan penyakit. Semua virus bersifat patogenik, tetapi hanya beberapa yang bersifat patogenik terhadap manusia. Bakteri tertentu juga dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Beberapa jenis penyakit tersebut dapat dipindahkan lewat pangan, di antaranya keracunan makanan, kolera dan tifus (Gaman 1992).
Bakteri patogen lebih berbahaya daripada bakteri saprobe terhadap keselamatan manusia, dan makanan merupakan perantara yang baik bagi menularnya bakteri pathogen dari seseorang kepada orang lain. Penyakit-penyakit perut seperti disentri, tipus, kolera, dapat berjangkit pada seseotang setelah termakan olehnya makanan yang mengandung bibit penyakit tersebut. Lebih-lebih di waktu sedang berkecamuk seatu wabah penyakit perut, tiap makanan yang dukerumuni lalat haruslah dicurigai (Dwidjoseputro 1998).
Bakteri Coliform merupakan kelompok bakteri yang secara umum ditemukan pada tinja (faeses) manusia dan hewan berdarah panas. Bakteri Coliform terdiri atas 4 genus, yaitu ; Escherichia, Enterobacter, Klebsiella dan Citrobacter. Adanya bakteri coliform pada bahan makanan menunjukkan tingkat sanitasi penanganan suatu produk. Sebab adanya bakteri coliform diartikan sebagai adanya cemaran tinja (faeses). Kelompok Coliform umumnya secara internasional dipakai sebagai ukuran standart sanitasi bahan makanan baik makanan segar maupun olahan yang berasal dari ikan, hewan ternak maupun hasil pertanian. Jumlah cemaran bakteri coliform pada ikan segar yang masih diperbolehkan ada, secara International adalah sebesar 100 bakteri per gram daging (anonimus, 1990).
Suatu individu mikroorganisme barangkali pada lingkungan yang berbeda dapat masuk pada masing-masing kelompok dari keempat kelompok tersebut. Sebagai contoh bakteri Escherichia coli secara umum termasuk innert. Namun pada keadaan lain dapat bersifat patogenik, karena dapat menyebabkan keracunan pangan. Strain tertentu dapat menyebabkan kerusakan pangan tanpa menyebabkan timbulnya penyakit. Staphylococcus merupakan bakteri cocci berukuran besar, terdapat dirongga hidung manusia maupun pada beberapa jenis hewan tertentu dan pada kulit. Staphylococcus aureus menginfeksi luka-luka, menyebabkan rasa panas dan bisul-bisul. Ini juga salah satu penyebab yang umum pada keracunan pangan. Salmonella merupakan bakteri berbentuk batang pandek dan aerobic. Habitat utamanya adalah saluran usus manusia dan hewan. Salmonella typhi menyebabkan demam tifus dan beberapa spesies lain menyebabkan keracunan pangan. (Gaman 1992).
III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
1.                  Alat
-                            Tabung reaksi
-                            Bunsen
-                            Petridish
-                            Timbangan
-                            Pipet ukur 1 ml
-                            Kertas label
-                            Pisau
-                            Mortir
-                            Botol
2.                  Bahan
-                            Terasi
-                            Udang
-                            Pindang
-                            Bakso ikan
-                            Bandeng
-                            Medium EA
-                            Medium SS-Agar
-                            Medium S110 Agar
B. Cara Kerja
1.      Bahan dihaluskan secara aseptik
2.      Diambil 11 gr dan dimasukkan ke dalam botol berisi 99 ml air steril lalu dikocok (pengenceran 10-1)
3.      Diambil 1 ml dari botol dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi 1 yang berisi 9 ml air steril kemudian dikocok (pengenceran 10-2)
4.      Diambil 1 ml dari pengenceran 10-2 dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi 2 yang berisi 9 ml air steril kemudian dikocok (pengenceran 10-3)
5.      Pengenceran dilakukan sampai dengan  10-4
6.      Membuat plating secara duplo di petridish dengan cara mengambil sebanyak 0,1 ml dari masing-masing pengenceran untuk setiap pengujian :
`a. E. Coli                                10-3  10-4 10-5
  b. Salmonella                                    10-3  10-4 10-5
   c. Staphylococcus                 10-3  10-4 10-5
7.   Inkubasi selama 2 x 24 jam
8. Mengamati dalam petridish mengenai kenampakan E. Coli, Salmonella, Staphylococcus  kemudian dihitung jumlahnya.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan
Terlampir
B.     Pembahasan
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui bakteri patogen dan bakteri E. Coli  pada produk perikanan. Kedua jenis bakteri tersebut merupakan bakteri yang sangat mudah tumbuh pada produk perikanan bila tidak ditangani secara benar. Keduan jenis bakteri ini dapat merugikan manusia jika mengkonsumsinya sehingga dalam menggunakan produk perikanan dapat dipastikan kandungan kedua bekateri tersebut harus rendah atau tidak ada sama sekali.
Pada pengamatan yang dilakukan digunakan medium EA untuk dapat mengetahui pertumbuhan E. Coli  pada produk perikanan yang akan diteliti. Pada pengamatan yang dilakukan ternyata pada udang, pindang, terasi dan nugget ikan tidak ditemukan adanya bakteri E. Coli. Ini disebabkan karena suhu yang tidak sesuai untuk pertumbuhan bakteri ini. Suhu dingin dapat mematikan dan menghambat proses pertumbuhan bakteri E. Coli. Tidak ditemukan pada keempat bahan karena terdapat pendinginan terlebih dahulu dan belum melakukan thowing secara sempurna sehingga kadar bakteri sangat rendah malah sampai tidak ada satupun bakteri ini yang tumbuh. Sedangkan pada bandeng dapat tumbuh karena bandeng yang digunakan belum mengalami perlakuan yang dapat menghambat bakteri ini sehingga dapat tumbuh dengan jumlah 3,0×103 cfu/g. Ini terjadi pada bandeng karena kandungan air yang cukup untu pertumbuhan bakteri, substrat yang memang cocok untuk pertumbuhan bakteri serta pH yang optimum yaitu pada kondisi basa (8,5-9,5). selain itu juga disebabkan memang kondisi fisik ikan bandeng yang sudah rusak.
Pada medium SS-Agar digunakan untuk mengetahui sejumlah Salmonella yang tumbuh pada produk perikanan. Pada praktikum ini, Salmonella hanya tumbuh sedikit pada udang karena memang kondisi yang cocok yaitu pH yang sesuai, kadar air yang tidak terlalu banyak, serta kelembaban dari udang sendiri yang cocok untuk pertumbuhan Salmonella. Pada trasi, nugget, bandeng dan pindang tidak terdapat karena telah mengalami perlakuan sehingga dapat mematikan bakteri ini. Salmonella banyak hidup pada ikan dan memiliki sifat yang patogen (dapat menyebabkan penyakit pada manusia) yang dapat hidup di danau, air selokan dan muara-muar sungai (Hadiwiyoti, 1993).
Pada medium S110-Agar digunakan untuk menumbuhkan Staphylococcus. Pada pengamatan ternyata pada terasi, nugget ikan dan pada udang tidak terdapat pertumbuhan dari bakteri Staphylococcus. Ini terjadi kemungkinan karena sudah mengalami pengolahan terutama pada terasi dan nugget yang disana sudah terjadi perubahan suhu dan pH sehingga dapat mematikan bakteri ini. Sedangkan pada udang kemungkinan karena memang substrat yang tidak cocok untuk pertumbuhan Staphylococcus. Bakteri ini sangat cocok untuk tumbuh pada udang sungai. Pada pndang dan bandeng masing memilki Staphylococcus sebesar 5,0×106 cfu/g dan 3,0×107 cfu/g. Bakteri ini memeng cocok tumbuh pada ikan yang memiliki lendir yang cukup banyak dan juga kandungan air yang cukup banyak sehingga banyak ditemukan di dalam pindang dan bandeng. Selain itu juga substrat yang dimiliki oleh keduanya sangat cocok untuk pertumbuhan Staphylococcus. Sebenarnya pembusukan yang sering dilakukan oleh Staphylococcus adalah pada udang sungai (Hadiwiyoto, 1993).
V. PENUTUP
A. Kesimpulan
  1. Bandeng merupakan produk perikanan yang banyak ditumbuhi oleh bakteri E. coli dan Staphylococcus.
  2. Udang merupakan produk perikanan yang banyak ditumbuhi oleh Salmonella.
  3. E. Coli, Salmonella dan Staphylococcus merupakan bakteri yang bersifat patogen dan berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia dalam jumlah tertentu.
B. Saran
  1. Sebaiknya digunakan preparat yang masih fresh sehingga kita dapat mengetahui bakteri apa saja yang tumbuh dan factor-faktor apa saja yang menyebabkan pertumbuhan bakteri pathogen.
  2. Diperkaya jenis preparatnya sehingga dapat mengetahui secara detail bakteri yang patogen.
DAFTAR PUSTAKA
Dwijoseputro, D.Prof Dr. 1998. Dasar-dasar Mikrobiologi. Penerbit Djambatan. Jakarta.
Gaman, P.M dan Sherington, K.B. 1992. Ilmu Pangan, Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi dan Mikrobiologi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Anonimus, 1990. Microbiological Quality Control of Foodstuffs. Merck. Frankfurer Strasse, Germany
About these ads

From → MIKROBIOLOGI

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: