Skip to content

ECHINODERMATA

Februari 25, 2012

Echinodermata berasal dari bahasa Yunani,  echinos artinya duri dan derma artinya kulit. Echinodermata dapat disebut hewan avertebrata berkulit duri (Louist, 1984).
Menurut Hicman (2004), karakteristik Filum Echinodermata :
          Tubuhnya tidak bersegmen dengan simetris radial, bersegi lima, atau berbentuk bintang dengan lima atau lebih daerah ambulakral, berselang-seling dengan daerah interambulakral.
          Tidak mempunyai kepala atau otak, beberapa spesies terspesialisasi organ sensorisnya, sistem sensorisnya menggunakan tentakel, podia , pangkal tentakel, fotoreseptor dan statosit.
          Sistem pencernaannya telah lengkap aksial / bergelung .
          Tidak memiliki anus.
          Bergerak dengan kaki tabung dan durinya  yang asalnya dari daerah ambulakral.
          Pernapasannya dengan dermal branchiae, tube feet, respiratory tree (holothuroidea) dan bursae (Ophiroidea).
          Tidak memiliki organ eskresi.
          Tubuhnya simetris bilateral dan radial.
Bentuk tubuh, struktur anatomi dalam dan fisiologi Echinodermata sangat khas. Bentuk tubuh simetri radial lima penjuru. Echinodermata termasuk divisi bilateral. Echinodermata tidak mempunyai kepala, tubuh tersusun dalam sumbu oral-aboral. Tubuh tertutup epidermis tipis yang menyelubungi rangka mesodermal. Rangka didalam terdiri atas ossicle atau pelat-pelat kapur yang dapat digerakkan atau tidak dapat digerakkan. Permukaan tubuh terbagi menjadi lima bagian yang simetris, terdiri atas daerah ambulakral tempat menjulurnya kaki tabung, dan daerah interambulakral (interradii) yang tidak ada kaki tabungnya (Soemarwoto, 1980).
Menurut Suwignyo (1981), phylum Echinodermata antara lain bintang laut, bulu babi dan teripang. Hanya terdapat dilaut umumnya berukuran besar, yang terkecil mempunyai garis tengah satu cm. Terdapat sekitar 5000 spesies. Ciri khas filum ini adalah:
  1. Simetri radial pada lima penjuru, dimana tubuh dapat dibagi menjadi lima bagian dari pusat sumbu. Simetri radial ini merupakan kejadian sekunder, dimana larva pada permukaannya adalah simetris bilateral.
  2. Mempunyai rangka didalam yang terdiri dari astelo kapur.
  3. Mempunyai susunan rongga badan yang khas.
  4. Susunan ekresi tidak ada.
  5. Diocious; saluran reproduksi sederhana; kapulasi tidak ada; pembuahan terjadi di air laut.
Menurut Suhardi (1983) filum Echinodermata  mempunyai lima kelas antara lain :
  1. Kelas Crinoidea
o   Tubuhnya menyerupai bunga .
o   Terdapat keping-keping theka dengan percabangan lengan panjang.
o   Beberapa spesies mempunyai tangkai arah aboral.
o   Tidak mempunyai duri.
o   Kaki tabung kurang mempunyai sucker.
o   Contoh :  Antedon sp. , Metacrinus sp.
  1. Kelas Asteroidea
o   Tubuh bentuk pentagonal (bentuk bintang).
o   Mempunyai skeleton, duri-duri dan terdapat pedikel (alat catut).
o   Mempunyai suklus ambulakral dengan dua atau empat deretan poda (kaki-kaki yang berbentuk tabung).
o   Madreporit aboral.
o   Kebanyakan predator.
o   Contoh :  Asterias sp. , Asterina, Solaster sp.
  1. Kelas Ophiroidea
o   Tubuh dengan diskus sentralis yang jelas dengan lima percabangan.
o   Terdapat dua deretan poda (kaki-kaki bentuk tabung).
o   Tidak terdapat anus.
o   Madreporit di daerah oral.
o   Hidup bebas dan aktif.
o   Hidup di laut.
o   Contoh :  Ophiura sp.
  1. Kelas Echinoidea
o   Tubuh berbentuk hemisferis atau oval.
o   Tidak mempunyai lengan.
o   Mempunyai cangkok yang terjadi dari peleburan keping-keping dengan adanya duri-duri dan pedikel (alat catut).
o   Sistem pencernaan memanjang atau berkelok-kelok.
o   Mulut dan anus mungkin terletak di daerah pusat atau di bagian samping.
o   Contoh :  Arbacia sp. , Strongilocentratus (sea-urchin), Dendroster (sand dollar).
  1. Kelas Holothuroidea
o   Tubuhnya memanjang menyerupai cacing.
o   Dinding tubuh lunak dan licin.
o   Tidak terdapat lengan, duri-duri  maupun pedikel.
o   Mulut terletak di bagian depan di kelilingi oleh tentakel.
o   Saluran pencernaan panjang membentuk huruf S.
o   Anus terletak di bagian belakang.
o   Hidup di laut.
o   Contoh : Holothuria sp. ,Tthyone sp.
Teripang Holothuroidea merupakan kelompok hewan laut satu-satunya dari filum Echinodermata yang secara luas dimanfaatkan dan diperdagangkan. Berbagai jenis teripang dikumpulkan hanya dengan tangan atau menggunakan tombak bermata pisau tiga. Sebelum diperdagangkan, teripang harus diolah dulu melalui proses yang cukup panjang. Hewan ini di rebus, dikeluarkan isi perutnya, dikerik kulitnya. Direbus lagi, dipanggang dan seterusnya Holothuroidea scabra. Sejenis teripang komersial saat ini sedang dicoba dibudidaya di Balai Budidaya Lampung dan dilokasi Penelitian Perikanan Pantai di Gondol, Bali, untuk menghasilkan benih dan sudah berhasil. Namun hasilnya masih belum dapat diharapkan untuk  diterapkan secara komersial dalam waktu dekat (Rominahtarto, 2005).
Holothuroidea dapat dijadikan obat. Masyarakat di pulau Langkawi, “air gamat“ yaitu jus holothuroid merupakan sejenis bahan dalam rawatan tradisional selepas bersalin “minyak gamat” juga digunakan sebagai obat penyembuh luka atau terseleo. Minyak gamat ialah hasil daripada Holothuroid yang telah dimasak bersama-sama dengan santan kelapa sehingga mengeluarkan minyak. Masyarakat Cina memakan Holothuroid untuk mengobati penyakit darah tinggi, asma atau “ampus”, lika dalam (pendarahan dalam badan) dan lemah otot. Terdapat juga kepercayaan di kalangan kaum Cina di Sabah bahwa Holothuroid amat mujarab untuk penyembuhan luka dalam terutama selepas pembedahan dan bersalin, karena penyembuhannya secara perlahan dan tidak drastis (Hashim, 1993).
            Spesies yang dapat dimanfaatkan yaitu teripang yang dapat dijadikan “sup” yang merupakan makanan yang lezat diberbagai tempat. Echinodermata juga berperan sebagai pembersih (Louist, 1984).
ARTHROPODA
           Arthropoda (Y:arthron = sendi; pous = kaki) merupakan kelompok terbesar di antara seluruh dunia hewan. Namanya berasal dari kakinya yang bersendi. Meskipun kelompok ini mencakup luwing, kelabang, laba-laba, serangga, dan udang-kepiting, dalam biologi laut hanya ada tiga kelompok taksonomi yang mendapat perhatian, yakni Crustacea, Pycnogonida, dan Arachnida. Sifat umum kelas ini mencakup kerangka luar keras dari kitin, yakni polisakarida (polysacharida) majemuk, suatu jenis karbohidrat. Cangkang ini dihasilkan oleh epidermis dan karena sifatnya yang tak elastis jika mengeras, ia harus ditanggalkan secara berkala untuk memungkinkan hewan tumbuh. Sifat umum yang terpenting dan berlaku untuk semua anggota kelompok Arthropoda dan khas filum ini ialah adanya embelan tubuh yang bersendi (jointed appendages) dan bebas dari bulu getar. Bentuk tubuhnya simetris bilateral dan tubuhnya terdiri dari ruas-ruas yang tersusun secara linear berurutan. Masing-masing ruas atau pada beberapa ruas melekat embelan tubuh. Tubuh tertutup kerangka luar dari kitin yang elastis pada bagian-bagian pergerakan sendi. Meraka mempunyai sistem syaraf jenis Annelida, mempunyai rongga tubuh yang sempit pada hewan dewasa dan rongga tubuh ini terisi darah (karenanya dinamakan homosoel/haemocoel) (Romimohtarto, 2001).
           Anggota kelas Crustacea (ca. 44.300 jenis) pada umumnya merupakan hewan akuatik. Pembagian tubuh sudah jelas, terdiri atas bagian kepala, dada, dan perut. Bagian kepala merupakan penyatuan lima buah segmen. Bagian kepala dijumpai sepasang antenula, sepasang antena, sepasang mandibula dan dua pasang maksila. Bagian dada yang terdiri atas delapan segmen terdapat tiga pasang maksilleped, sepasang chelliped, dan empat pasang periopod. Bagian abdomen (enam segmen) dijumpai adanya lima pasang pleopod dan sepasang uropod. Udang jantan, pasangan pleopod satu dan dua bersatu dan disebut gonopod, yang berfungsi untuk menyalurkan spermatozoa. Udang betina, pada segmen ke-11 terdapat penebalan lubang kelamin yang disebut thelycum. Jenis-jenis yang hidup di darat umumnya membuat lubang dan ada jenis-jenis tertentu yang hidup di puncak pohon. Kehidupan yang dijalaninya juga amat beragam; sebagai plankton, bentos, simbion, epizon, dan parasit (Wardhana, 1990).
Menurut Hutabarat (1986), anggota kelas Crustacea ini sangat mudah dikenal diantara anggota-anggota plankton yang lain, baik larva ataupun dewasa. Kelompok Copepoda adalah yang paling banyak jumlahnya . Diperkirakan terdapat delapan kelompok plankton, yaitu :
1.      Cladocera
2.      Ostracoda
3.      Copepoda, yang terdiri dari :
a.       Monstrilloida;
b.      Harpacticoida;
c.       Cyclopoida;
d.      Calanoida;
4.      Cumacea
5.      Sergestidae
6.      Mysidacea
7.      Amphipoda
8.      Euphausida
Menurut Romimohtarto (2004), pembagian kelas pada Crustacea antara lain :
Anak kelas :
1.      Entomostraca (entoma = serangga; ostracon = cangkang)
a.       Branchiopoda (branchia = serangga; podos = kaki)
Cladocera (klados = cabang; keras= tanduk)
Contoh : Evadne sp. dan Pododn sp.
b.      Ostracoda (ostracon = cangkang)
Myodocopa
      Contoh : Conchoecia sp.
c.       Copepoda (kope=datung ; pous=kaki)
i.                    Gymnoplea (gymnos= telanjang)
Contoh : Calanus sp. dan Euchaeta sp.
ii.                  Podoplea (pous=kaki)
Contoh : Oithona sp. dan Corycaeus sp.
d.      Cirripedia (cirrus=ikal)
Thoracica
Contoh : Balanus sp. dan Lepas sp.
2.      Malacostraca (malakos=lunak)
i.                    Peracarida (pera=kantung; caris=udang)
Mysidacea
Contoh : Mysis sp.
Cumacea (kyma=ombak)
Contoh : Diastylis sp.
Amphipoda (dengan dua macam kaki)
Gammaridea, contoh : Gammarus sp.
Hyperidea, contoh ; Hyperia sp.
Caprellidea, contoh : Caprella sp.
ii.                  Eucarida (eu=betul,udang betul)
Euphausiacea (phausis=sinar bercahaya)
Contoh : Thysanopoda sp.
Decapoda (deca=depuluh ; pous=kaki)
Natantia (jenis berenang)
Penaeiden (berbentuk udang)
Penaeidea
Contoh : Penaeus sp.
Sergestidae
Contoh : Acetes sp. , Sergestes sp. , Lucifer sp.
Caridea (udang betul)
Contoh : Hyppolyte sp.
Reptantia (jenis merayap)
Palinura (udang laut)
Contoh : Panulirus sp.
Astacura (lobster)
Anomura (kelomang dll.)
Contoh ; Pagurus sp.
Brachyura (kepiting)
Contoh ; Portunus sp.
iii.                Haplocarida (Stomatopoda)
Contoh ; Squilla sp.
           Semua kelompok Crustacea di atas, Decapoda tidak memiliki jenis dewasa yang benar-benar berenang atau menjadi bagian dari masyarakat plankton, kecuali mereka dari suku Sergestidae. Ada juga jenis udang merah dari kelompok Caridea yang hidup di lingkungan pelagik laut jeluk atau dikenal sebagai lingkungan batipelagik. Entomostraca yang pertama dalam urutan klasifikasi adalah Branchiopoda. Spesies ini merupakan Crustacea yang sangat primitif dan sebagian besar mendiami perairan tawar, kubangan-kubangan air asin atau danau. Hanya ada satu anak-kelompok atau ordo yang benar-benar hidup dilaut, yaitu Cladocera sp. Semua hewan dari ordo ini bermata majemuk yang besar dan sangat khas, serta merupakan penggabungan dua mata dari masing-masing sisi (Romimohtarto, 2004).
           Bagian terbesar dari organisme zooplankton adalah anggota filum Arthropoda dan hampir semuanya termasuk kelas Crustacea. Copepoda yang sangat dominan, dalam crustacea holoplanktonik juga terdapat anggota-anggota ordo Cladocera, subkelas Ostracoda, ordo Mysidacea, ordo Amphipoda, ordo Euphausiacea, dan ordo Decapoda. Kebanyakan crustacea yang disebutkan ini adalah hewan-hewan holoplanktonik yang kecil. Data yang diperoleh menujukkan bahwa di palung-palung (zona hadal) lebih banyak ditemukan berbagai crustacea perikaridea, polikaeta dan lain-lain. Hanya terdapat sedikit informasi tentang pakan organisme perairan tengah, tetapi informasi tentang pakan ikan dan crustacea dari ordo Decapoda cukup memadai. Penelitian-penelitian tentang pakan ikan-ikan perairan tengah terutama dipusatkan pada famili dengan jumlah individu banyak, yaitu Mytocphidae, Gonostomimatidae, dan Sternoptychidae. Crustacea tingkat tinggi, misalnya kepiting, pengaturan osmosisnya berkembang dengan baik. Kombinasi antara permeabilitas tubuh yang sangat terbatas karena adanya kerangka luar, dengan kemampuan yang menonjol untuk mengatur konsentrasi ion cairan tubuhnya, mungkin merupakan alasan akan keberhasilannya hidup di euaria (Nybakken, 1992).
Menurut Hutabarat (1986), Cladocera memiliki sifat-sifat umum :
1.      Ruas-ruas tubuh tampak tidak jelas.
2.      Bentuk kulit luar (carapace) sebagai sebuah tutup yang berkelopak dua (bivalve shell) menutup bagian tubuh saja, tidak sampai bagian kepala.
3.      Mempunyai empat sampai enam pasang lengan renang (swimming limbs).
4.      Antenna besar dan bercabang menjadi dua yang digunakan sebaai alat untuk bergerak.
5.      Pada yang betina terdapat kantung induk (brood pouch) dimana telur-telur dihasilkan.
6.      Hewan berukuran kecil yang biasanya mempunyai panjang berkisar antara 0,5 sampai satu mm.
Menurut Hutabarat (1986), Ostracoda memiliki sifat-sifat umum :
  1. Ruas-ruas tubuh tampak tidak jelas.
  2. Kulit luar (carapace) berbentuk seperti sebuah tutup yang berkelopak dua (bivalve shell) yang menutupi tubuh dan kepala.
  3. Kulit (shell) biasanya mengandung zat kapur (calcareous) yang kadang-kadang membentuk potongan-potongan kapur putih yang tebal dan menyebar di atasnya. Jenis yang lain mempunyai kulit yang terdiri dari zat kapur yang tipis, sehingga kelihatan agak jernih (semi transparent).
  4. Lengan renang (swimming limb) jumlahnya tidak lebih dari dua pasang.
  5. Baik antenna maupun antennula mempunyai ukuran besar dan alat ini digunakan untuk bergerak
Pembagian kelas menurut Wardhana (1990), yang dikutip dari Green (1981b; 262 – 265) antara lain :
Kelas Crustacea
            Dua pasang antenna preoral; paling sedikit tiga pasang alat tubuh post-oral berfungsi sebagai rahang; beberapa di antara struktur-struktur tersebut dapat tidak ada atau sama sekali hilang pada hewan dewasa jenis-jenis yang parasitik.
Subkelas Branchiopoda
Anggota tubuh biasanya filopodus (phyllopodous), antenula sederhana dan tereduksi, mandibula tanpa palpus, maksila tereduksi ataupun tidak ada.
Bangsa Anostraca
Tidak memiliki karapaks, mata bertangkai, pada hewan jantan antena prehesil, pada hewan betina tereduksi; anggota tubuh 11 atau 19 pasang; telur dibawa dalam kantong median di ujung posterior dada.                Artemia sp.
Bangsa Notostraca
Memiliki karapaks berbentuk tapal kuda, mata sesile, antena kecil, dan tidak berkembang (vestigal), anggota tubuh banyak (mencapai jumlah 70 pasang)                                                                                      Lepidurus sp.
Subkelas Cephalocarida
Karapaks kecil, menutupi segmen pertama tubuh; anggota tubuh tipe podomere; endopod tiga, eksopod dua; telur melekat di bawah somite kesepuluh.                                      Huchinsoniella sp.
Subkelas Mystacocarida
Tidak memiliki karapaks, tubuh menyempit; antenula dan antena berkembang baik; mandibula memiliki eksopod besar; anggota tubuh bagian dada tereduksi menjadi sebuah podomer dengan setae di ujungnya; ramus ekor (caudal rami) kuat, seperti cakar, bersetae.                                                                                                                 Derochelocaris sp.
Subkelas Copepoda
Tidak memiliki karapaks, antenula uniramus, mandibula memiliki palpus; khas memiliki sembilan somit tubuh dan enam pasang anggota tubuh (sering kurang dari jumlah itu); sejumlah angggotanya yang parasitik tidak menunjukkan ciri tersebut.                Calanus sp. 
Subkelas Ostracoda
Karapaks membentuk cangkang setangkup; memiliki tidak lebih dari lima pasang anggota tubuh yang dibelakang mandibula; mandibula memiliki palpus.                                              Cythere sp.
Subkelas Brachiura
Tubuh memipih, karapaks besar menyatu dengan dada; sepasang mata majemuk yang sesile; alat mulut suktorial, membentuk probosis; maksila pertama sering membentuk pengisap; perut pendek , bilobus; empat pasang kaki renang biramus; dikenal sebagai kutu air (fish lice).                                                                                                                                       Argulus sp.
Subkelas Cirripedia
Hewan dewasa sesile; karapaks membentuk mantel meliputi tubuh dan alat tubuh, acapkali berlempeng kapur ; antenula vestigial; tidak memiliki antena; hewan yang berenang bebas biasanya memiliki enam pasang alat tubuh yang membentuk siri memanjang yang berbulu; biasanya herpmaprodit; stadium larva termasuk Nauplius sp.  dan Cypris sp.
Subkelas Malacostraca
Anggota tubuh terbagi dalam tiga tagmata: lima di kepala, delapan di dada, dan enam di perut; sepasang mata, bertangkai atau sesile; bukaan kelamin betina di segmen dada keenam, bukaan kelamin jantan di segmen dada kedelapan.
Bangsa Decapoda (Divisi: Eucarida)
Tiga anggota tubuh bagian awal dada termodifikasi menjadi maksiliped; beberapa rangkaian insang melekat pada dasar anggota tubuh bagian dada dan pada dinding dada.                                                                                                                                        Macrobracheum sp.
Menurut Hutabarat (1986) Copepoda mempunyai sifat-sifat umum ;
  1. Ruas-ruas tubuh tampak jelas yang terbagi dua bagian utama yaitu : metasome (m) dan urosome (u). Metasome biasanya tampak lebih besar daripada urosome.
  2. Ciri khas matesome terdiri dari lima ruas yang kadang-kadang jumlah ini berkurang oleh karena di antara ruas-ruas ini ada yang terpadu.
  3. Urosome biasanya mempunyai ruas yang berjumlah antara satu sampai lima.
  4. Pada ruas pertama urosome (genital segmen) terdapat lubang kemaluan (genital apperture) dan pada ruas terakhir (anal segment) terdapat anus.
  5. Anal segment mempunyai penonjolan (projection) yang bercabang dua yang dinamakan furcal rami. Pada masing-masing cabang terdapat bulu-bulu (setae).
Branchiopoda merupakan Crustacea yang sangat primitif dan sebagian besar mendiami air tawar, kubangan air asin, dan danau. Branchiopoda ini kakinya seperti daun dengan insang sepahjang pinggirnya. Hidup terutama di air tawar dan di kenal sebagai kutu air. Marga utama yang sangat dikenal adalah Artemia sp., atau udang garam. Artemia sp. ini dapat bertahan pada perubahan salinitas lingkungan yang besar. hanya ada satu ordo ini mempunyai mata majemuk besar dan sangat khas, yang merupakan penggabungan dari dua mata dari masing-masing sisi. Hewannya sangat kecil. Terdapat dalam bentuk plankton adalah marga-marga Evadne sp. dan Podon sp.  (Romimohtarto, 2001).
            Cirripedia tidak terkait dengan kepiting dan udang. Tetapi jika cangkangnya dibuka maka bentuk khas Crustacea terlihat, karena mereka menyembunyikan sifat-sifat khas Crustacea dalam lempeng-lempeng kerangka kapur mereka. Tubuhnya terdiri dari beberapa ruas dan abdomennya tereduksi. Cirripedia adalah hewan menetap saat dewasa, tidak mempunyai mata majemuk, karapasnya menutupi seluruh tubuh dan sebagian besar hermaprodit. Kelompok lain ada yang bersifat parasit dan kelihatan sebagai tubuh yang meregenerasi menjadi seperti kantung menempel pada permukaan ventral dari kepiting dan Crustacea lain (Romimohtarto, 2001).
Bangsa udang atau Macrura menurut Romimohtarto (2001), mempunyai bentuk tubuh yang memanjang, terdiri dari kepala–dada dan abdomen (yang kadang-kadang juga disebut ekor). Kaki beruas enam. Pada bagian kepala terletak dua pasang antenna, sepasang mata bertangkai, dan lima pasang kaki berjalan sedangkan dekat pada bagian ekor terletak enam pasang kaki-renang, sepasang untuk tiap ruas, sebuah telson dan dua pasang uropod. Lobster terbagi dalam empat suku seperti tersebut dibawah ini.
suku : Nephropsidae (lobster bercapit)
           Synaxidae (lobster karang)
           Scyllaridae (lobster sandal)
           Palinuridae (lobster berduri)
Udang barong dari marga Panulirus, termasuk dalam suku palinuridae, terdiri dari 14 jenis yang tersebar diperairan tropik. Pada umunya Panulirus ditemukan pada lingkuangan perairan karang dari permukaan sampai kejelukan 100 m,terutama di perairan hangat kisaran suhu 20-30ºC, yang terletak diantara 30 LS – 30 LU. Indonesia terdapat tujuh jenis udang barong yang sering dijumpai dalam lingkuan yang berbeda seperti dibawah ini :
  1. Panulirus homarus
  2. Panulirus penicillatus
  3. Panulirus longipes
  4. Panulirus polyphagus
  5. Panulirus versicolor
  6. Panulirus ornatus
  7. Panulirus dasypus 

From → AVERTEBRATA AIR

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: