Skip to content

Porifera, Annelida dan Platyhelminthes

Februari 25, 2012

            Porifera berarti pemilik pori-pori atau pore bearers (Y: poros = pori atau saluran; Latin (L): feres = memiliki). Pori-pori dan saluran-saluran ini,air diserap oleh sel khusus yang dinamakan sel leher (collar cell), yang dalam banyak hal menyerupai cambuk. Jenis sel ini lebih pantas dinamakan koanosit (choanocyt; Y: choane = cerobong; kytos = berongga), yakni nama menurut anak-kelompok dari Flagellata, Choanoflagellata. Filum hewan ini lebih dikenal sebagai sepon (Romimohtarto, 2001).
            Porifera adalah hewan multiseluler yang tingkatan evolusinya paling rendah. Hewan-hewan ini dikenal dengan nama populer sepon. Strukturnya bervariasi. Arsitekturnya unik, yaitu berupa sistem saluran air (tipe asconoid, syconoid, dan leuconoid). Klasifikasi hewan filum ini berlandaskan bahan dasar pembentuk spikulanya: kelas Calcarea (spikula berkapur); dan Demospongiae (serat spongin/garam silikat). Anggota kelas Demospongiae meliputi 95% jumlah populasi Porifera, bertipe leuconoid. Dua suku (familia) berhabitat air tawar, selebihnya di laut. Anggota kelas Hexatinellida ditandai spikula yang berjurus enam. Habitatnya mintakat abisal (abyssal) dengan kedalaman 450-900 m. Anggota kelas Calcarea menghuni mintakat neritik sepanjang pantai. Reproduksi anggota filum ini bersifat aseksual (pertunasan dengan gemmulae;pembelahan); ataupun seksual (gametogony) (Wardhana, 1990).
Menurut Romimohtarto (2001), ciri-ciri yang dimiliki Porifera antara lain:
          Memiliki sistem saluran (canal system) yang bertindak seperti halnya sistem sirkulasi pada hewan tingkat tinggi. Ada tiga macam sistem, yakni yang dinamakan askon (ascon), sikon (sycon) dan ragon (rhagon).
          Memiliki kerangka yang terdiri dari kapur karbonat atau silikon dalam bentuk spikula atau dari spongin dalam bentuk serat yang kurang lebih erat bersatu.
          Sel-selnya dikelompokkan menjadi tiga macam, yakni pertama mereka yang tersusun sebagi lapisan kulit, kedua mereka yang berupa lapisan lambung dan ketiag sel-sel amoeba di dalam cairan kental agar-agar di antara lapisan kulit dan lapisan lambung, yakni lapisan tengah.
          Makanan berupa partikel organik renik, hidup atau tidak, seperti bakteri, mikroalga dan detritus, yang masuk melalui pori-pori arus masuk yang terbuka dalam air, dan dibawa ke dalam rongga lambung atau ruang-ruang bercambuk.
          Perkembangbiakan secara aseksual dengan menghasikan tunas yang disebut gamul (gammules). Dalam perkembangbiakan seksual, telur dan spermatozoa berasal dari sel-sel amoeba yang berkeliaran di lapisan tengah,seperti pada lapisan sikon.
Menurut Suhardi (1983), Porifera berdasarkan macam zat yang menyusun skeleton dibedakan menjadi tiga kelas antara lain ;
  1. Kelas Calcarea (Sepon berkapur)
          Spikula dari bahan kapur ( CaCo3 ).
          Hidup di dalam air laut.
          Panjang tubuh kurang dari 18 cm.
          Spikula berujung satu, tiga atau empat.
          Dijumpai adanya tipe askon, sikon, dan leukon.
          Contoh; Leucosolenia sp. , Scypha sp.
  1. Kelas Hexactinellida (sepon bersilikat)
          Spikula dari bahan silikat.
          Bentuk tubuhnya bermacam-macam seperti silindris.
          Spikula umumnya bercabang enam.
          Dijumpai tipe sikon dan leukon.
          Hidup di laut, umumnya ditemui pada kedalaman 200-5000 m.
          Contoh ; Hyalonema sp. , Hexactinelida sp. , Euplectella sp.
  1. Kelas Demospongia
          Skeleton dari bahan silikat atau spongin atau dari kedua-duanya, tidak ada sama sekali.
          Sistem salurannya kompleks (tipe leukon).
          Merupakan kelas yang paling besar jumlah spesiesnya.
          Spikula silikat berujung satu sampai empat atau serabut spongin.
          Contoh ; Cliona sp. , Suberites oscarella, Spongia sp. ,Spongilla sp., Halichondria sp. 
            Pada umumnya Porifera tidak ada yang merugikan. Sebagian spesiesnya bersifat menguntungkan, misalnya Spongia sp. Sisa sponsnya dapat digunakan untuk alat penggosok atau pembersih kaca (Hashim, 1993).
            Klasififikasi yang diberikan di bawah ini berdasarkan Hyman (1994), sebagai mana dikutip Cox (1981b: 44-45). Kelemahan utama klasifikasi tersebut adalah landasannya yang bertolak dari bentuk spikula: seseorang tidak akan dapat mengidentifikasi sepon secara tepat sebelum memeriksa spikulanya. Padahal, spikula sangat sukar diidentifikasi. Namun, dengan beberapa penyederhanaan maka klasifikasi di bawah memadai, tanpa harus melakukan pemeriksaan merenik terhadap spikulanya (Wardhana, 1990).
Menurut Wardhana (1990),  terdiri atas beberapa kelas antara lain :
Kelas Calcarea
Kerangka dari spikula berkapur.
Bangsa Homocoela                                                                Leucosolenia sp.
Lapisan dalam sel-sel berflagela (flagelata cells) berkesinambungan.
Kelas Hexactinellida                                                                          Sycon sp. : Grantia sp.
Kerangka spikual berjurus enam dari silika (yang dapat termodifikasi).
Bangsa Hexasterophore                                                         Eupletella sp.
Mempunyai heksaster (yaitu spikula dengan jurus bercabang); tidak mempunyai amphidisc (spikula dengan poros tunggal dengan ujung seperti jamur payung).
Bangsa Amphidiscophora                                                      Hyalonema sp.
Mempunyai amphidisc; tidak punya heksaster.
Kelas Demospongiae            
Kerangka berspikula silika, tidak berjurus enam (biasanya berjurus empat), atau berspikula spongin, kedua-duanya.
Subkelas Tetractinellida
Kerangka spikula berjurus empat dari silika atau tanpa spikula; tidak ada spikula spongin.
Bangsa Myxospongida                                                           Oscarella sp.
Tidak berspikula.        
Bangsa Carnosa                                                                     Plakina sp.
Ada spikula, semua berurutan sama
Bangsa Choristida                                                                  Stelletta sp.
Ada spikula : besar (megasclere) dan kecil (microclere).
Subkelas Monoxonida
Kerangka berspikula dua jurus
Bangsa Hadromerina
Megasclere lebar berujung menebal; jika ada, microsclere berbentuk seperti bintang; tak ada spongin.                                                        Spheciospongia sp.
Bangsa Halichoudrina
Megasclere ada dua macam atau lebih; sedikit spongin.                     Halichondia sp.
Bangsa Poecilosclerina
Megasclere ada dua macam yang saling dihubungkan spongin.         Mycilla sp.
Bangsa Haplosclerina
Megasclere hanya satu macam; ada spongin.        Haliclona sp. ; Spongilla sp.
Subkelas Keratosa
Kerangka dari spongin; tidak ada spikula.                                          Spongia sp.
Beberapa jenis dari Porifera yaitu spons laut seperti spons jari berwarna orange, Axinella Canabine, diperdagangkan untuk menghias akuariumair laut; ada kalanya di ekspor ke Singapura dan Eropa. Jenis spons dari famili Clionidae mampu mengegor dan menembus batu karang dan cangkang molusca yang berserakan di tepi pantai. Ada pula spons yang tumbuh pada kerang-kerangantertentu dan mengganggu peternakan tiram (Suwignyo, 2005).
Filum Platyhelminthes (Y: platy = pipih; helmins = cacing) meliputi kelompok yang mula-mula dimasukkan ke dalam kelompok hewan-hewan seperti cacing dalam satu filum yang dinamakan Vermes. Kini merupakan filum terpisah. Kelompok ini dikenal  sebagai cacing pipih karena bentuknya yang pipih atas bawah (Romimotarto, 2001).
Menurut Romimohtarto (2001), hewan ini memiliki beberapa ciri antara lain :
          Tubuhnya tidak beruas, triploblastik, simetris bilateral.
          Hermaprodit.
          Belum mempunyai rongga tubuh (selom/coelom).
          Mulutnya terletak di bagian bawah dan di tengah tubuhnya, tidak di ujung tubuh seperti kebanyakan hewan.
Menurut Suhardi (1983), filum Platyhelminthes terbagi menjadi 3 kelas antara lain :
  1. Kelas Turbellaria
o   Cacing pipih yang hidup bebas,tidak bersifat parasit.
o   Epidermis bersilia dan terdapat banyak kelenjar lendir.
o   Tidak terdapat suker (alat pelekat/alat penghisap).
o   Mulut umumnya terdapat di bagian perut.
o   Hidup di air laut, di dalam air tawar atau di darat.
o   Contoh : Anaperus sp. , Planaria sp. , Pipalium sp.
  1. Kelas Trematoda
o   Tubuhnya berbentuk seperti daun.
o   Kutikula tebal tanpa silia.
o   Mempunyai suker terletak pada daerah perut.
o   Mulut di bagian depan.
o   Saluran pencernaan bercabang-cabang.
o   Semua anggotanya hidup parasit.
o   Contoh : Fasciola sp. , Clonorchis sp. , Schistosoma sp.
  1. Kelas Cestoda.
Ø  Tubuhnya pipih, kecil, panjang.
Ø  Mempunyai suker.
Ø  Tubuh terdiri atas rantai proglotid (pseudosegmen).
Ø  Tiap-tiap proglotid telah dilengkapi alat reproduksi.
Ø  Kutikula tebal, tidak bersilia.
Ø  Tidak mempunyai mulut dan saluran pencernaan makanan.
Ø  Semua anggotanya hidup parasit.
Ø  Contoh : Taenia sp. , Echinococcus sp. , Moniezia sp. 
            Annelida (L; annulus = cincin; Y; eidos = bentuk) berbeda dengan kelompok-kelompok cacing yang lain. Annelida menguasai komunitas cacing yang hidup di pantai laut. Mereka dapat dikenal dari tubuhnya yang panjang dan bergelang-gelang. Setiap gelang atau ruas terkait dengan satu kompartemen atau ruang didalam tubuhnya (Romimohtarto, 2001).
            Hewan filum Annelida (latin: annul– atau annelus = cincin atau gelang: Yunani: eidos = bentuk) dikenal sebagai cacing gelang. Tubuh anggota filum ini (coelomata; ca.9000 jenis) bersegmen, dengan metamerisme sebagai ciri utamanya: pembagian rongga tubuh, sistem persyarafan, peredaran darah dan sistem eksresinya metamerik. Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus), berbentuk tabular, memanjang sumbu tubuh. Respirasi dengan epidermis ataupun insang (pada cacing tabung, misalnya) pada somit tertentu. Organ reproduksi hermaprodit (kelas Oligochaeta dan Hirudinea), dengan hewan langsung berbentuk hewan dewasa ;atau berumah dua (kelas Archiannelida dan Polycheta), dengan melalui fase larva trokofor (trochophore).  (Wardhana, 1990)
Menurut Romimohtarto (2001), Annelida memilki beberapa perbedaan dengan cacing yang lain :
A.    Tubuhnya dibagi ke dalam satu deretan memanjang ruas-ruas serupa metamer atau somit, yang kelihatan dari luar karena adanya cekungan yang mengelilingi tubuh dan kelihatan dari dalam karena adanya sekat yang dinamakan septa.
B.     Rongga tubuh antara saluran pencernaan dan dinding tubuh merupakan dinding tubuh yang sebenarnya.
C.     Hewan ini mempunyai satu ruas pra-oral yang dinamakan prostomium.
D.    Sistem saraf terdiri dari satu pasang ganlian pra-oral dorsal, otak, dan satu pasang benang saraf ventral khas dengan satu pasang ganglian dalam setiap ruas.
E.     Kutikula bukan dari bahan kitin. Permukaan tubuh ada yang dilengkapi dengan bulu-bulu kitin atau bulu kaku. 
Menurut Suhardi (1983), Filum Annelida mempunyai ciri-ciri antara lain :
¨Tubuh panjang bersegmen terdapat rambut (setae) untuk bergerak.
¨Saluran pencernaan lengkap dan berbentuk tubiler.
¨Otot melingkar memanjang dan berkembang baik.
¨Selom biasanya lebar.
¨Sistem peredaran darah tertutup.
¨Hidup di air laut, air tawar atau di darat. 
Menurut Suhardi (1983), Pada Annelida mempunyai 4 kelas yaitu :
A. Kelas Archiannelida
Ø  Tubuh kecil bersegmen terutama segmentasi internal.
Ø  Tidak terdapat setae (parapoda).
Ø  Sifat kelamin diesius.
Ø  Hidup di laut.
Ø  Contoh ; Polygardius sp.
B. Kelas Polychaeta
Ø  Segmentasi jelas dengan banyak somit (segmentasi internal dan eksternal).
Ø  Mempunyai banyak setae, juga terdapat banyak porapoda.
Ø  Bagian kepala dapat dikenal dengan adanya tentakel.
Ø  Tidak mempunyai klitellum.
Ø  Sifat kelamin diesius.
Ø  Hidup di laut.
Ø  Contoh ; Neanthes sp. , Serpula sp. , Nercis sp.
C. Kelas Oligochaeta
Ø  Segmentasi tubuh jelas.
Ø  Setae sedikit setiap somit.
Ø  Sifat kelamin monoseous.
Ø  Sebagian besar hidup di air tawar dan di tanah.
Ø  Contoh ; Chaetogaster sp. , Tubifex sp. , Lumbricus sp.
D. Kelas Hirudinea
Ø  Tubuh agak pipih, segmentasi tidak begitu jelas,tubuh bagian luar terbagi-bagi menjadi beberapa annulus.
Ø  Tidak terdapat setae, tentakel dan parapoda.
Ø  Selom terisi jaringan penghubung dan otot-otot.
Ø  Sifat kelamin hermaprodit (monoseous) .
Ø  Hidup di air laut, di air tawar atau di tanah.
Ø  Contoh ; Hirudo sp. , Haemadipsa sp.
Annelida disebut juga cacing beruas. Tubuh luar dalam beruas-ruas atau segmen. Inilah cacing yang termaju . saluran pencernaan terbagi-bagi lengkap menyerupai saluran pencernaan vertebrata. Lapisan otot di bawah kulit , tebal perlu untuk berpindah tempat. Cacing ini berjalan merayap dengan bantuan kaki samping (parapodia), semacam tonjolan otot di samping tubuh dan berbulu keras unuk mengkaitkan tubuh. Ada yang hidup bebas ; ada yang parasit dengan melekat ke kulit dan menghisap darah (Yatim, 1994).
            Cacing Annelida Amphitrite mempunyai peran sebagai hewan pemakan deposit selektif bahan organik. Cacing pasir laut Arenichola marina, merupakan pemakan deposit nonselektif (Sugiri, 1999).
DAFTAR PUSTAKA
Hashim, Ridzwan. 1993. Sumber Makanan Pesisir Laut Sabah. Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pendidikan Malaysia. Kuala Lumpur.
Hutabarat, Sahala. 1986. Kunci Identifikasi Zooplankton. UI-Press. Jakarta.
Hickman, dkk. 2004. Integrated Principles of Zoology XII. St. Louis. Rk Graw Hill.
Louis. 1984. Text Book of Botany. Harper and Row Publisher. New York and London.
Nybakken, James. 1992. Biota Laut Suatu Pendekatan Ekologis. PT Gramedia. Jakarta.
Romimohtarto, dkk. 2001. Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Djambatan. Jakarta.
Romimohtarto, dkk. 2004. Meroplankton Laut. Djambatan. Jakarta.
Soemarwoto. 1981. Diklat Kuliah Averebrata Air. IPB. Bogor.
Sugiri, Nawangsari. 1989. Zoology. IPB. Bogor.
Suhardi. 1993. Evolusi Avertebrata. UI-Press. Jakarta.
Sujiharno. 2001. Pembenihan Tiram Mutiara. Balai Budaya Laut Lampung. Lampung.
Suwignyo, dkk. 2002. Averebrata  Air Jilid II. Penebar Swadaya. Jakarta.
Wardhana, dkk. 1990. Taksonomi Avertebrata Pengantar Praktikum Laboraturium. UI-Press. Jakarta.
Yatim, Wilden. 1994. Pengantar Biologi. Penerbit Tarsito. Bandung.

From → AVERTEBRATA AIR

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: