Skip to content

BAYAM

Februari 26, 2012
Budidaya dan Produksi Benih Bayam (Amaranthus spp.)
 Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 09 December 2008
I. PENDAHULUAN
Bayam merupakan salah satu sayuran daun terpenting di Asia dan Afrika. Sayuran ini merupakan sumber kalsium, zat
besi, vitamin A dan Vitamin C. Dalam 100 gram bagian bayam yang dapat dimakan mengandung sekitar 2,9 mg zat besi
(Fe). Bayam adalah tanaman semusim yang berumur pendek dan dapat dibudidayakan dengan mudah di pekarangan
rumah atau lahan pertanian. Berdasarkan cara panennya bayam dibagi dua, yaitu bayam cabut dan bayam petik (bayam
kakap). Panduan ini merupakan panduan untuk budidaya bayam cabut.
II. KULTUR TEKNIS PERSIAPAN
A.  Lahan
Persiapan lahan yang tepat dapat menghasilkan kualitas bayam yang baik. Bayam ditanam pada bedengan setinggi 20
cm (musim kemarau) dan 30 cm (musim hujan). Panjang bedengan yang biasa dipakai adalah 150 cm dengan lebar 90
cm.
B. Tanam
Ada dua cara penanaman bayam, yaitu secara langsung dan melalui persemaian terlebih dahulu. Perbedaan kedua cara
ini berdasarkan pada ketersediaan benih, tenaga kerja dan musim.(1) Penanaman secara langsungKebutuhan benih
adalah 0,5 -1 g/m2 dimana 1 g berisi sekitar 1000 benih. Benih bayam sangat kecil sehingga pada saat tanam harus
dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Bayam ditanam pada larikan dengan lebar larikan 10 cm dan
kedalaman 0,5-1 cm, kemudian benih bayam ditabur dengan jarak 5 cm dalam larikan tersebut dan ditutup dengan tanah
menggunakan ayakan.(2) Penanaman secara tidak langsungBenih bayam ditabur pada bedeng persemaian atau pada
plastik pengecambah lalu ditutup dengan pelepah daun pisang atau plastik hitam selama 4-5 hari. Setelah itu bibit
dibumbun selama 2 minggu, kemudian bibit siap ditanam di lapangan dengan jarak tanam 10 -15 cm x 5 -10 cm.
Penanaman sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari.
C. Pengairan
Bayam relatif toleran terhadap kondisi kering namun kekurangan air akan menurunkan hasil. Penyiraman dilakukan
apabila tidak ada hujan, dengan interval 1-2 kali/minggu.D. PemupukanSelama periode pertanaman dilakukan empat
kali pemupukan seperti pada tabel berikut   AplikasiWaktuJenis pupukDosis 1  Saat Tanam    Pupuk
kotoran   kuda/domba/ayam20 kg/ha   Pupuk NPK 15:15:1520 g/tan 210 hstPupuk NPK 15:15:1510 g/tanaman320 hstPupuk
NPK 15:15:1510 g/tanaman430 hstPupuk NPK 15:15:1510 g/tanaman   HST : Hari Setelah Tanam
E.     Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman meliputi pengendalian gulma dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
(1) Pengendalian gulma
Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan empat cara yaitu : (1) pengendalian gulma pada saat persiapan lahan (2)
Pemakaian mulsa (3) penyiangan secara manual dengan tangan (4) aplikasi herbisida
(2) Pengendalian OPT  OPT  JenisPengendalianHamaUlat pengorok daun        Ulat penggulung daun    Ulat pemotong
batangKutu daun                             Kepik                              Tungau  1.  Menutup bedengan dengan kain kassa  2. Pestisida kimi
Fungisida
III. PRODUKSI BENIH
Pada dasarnya tata cara produksi benih tanaman bayam sama seperti tata cara budidaya untuk konsumsi, namun ada
beberapa hal yang membedakan, diantaranya berupa tindakan roguing, isolasi, dan prosesing benih, yang mana
bertujuan untuk menjaga kemurnian sifat dan fisik dari varietas bayam yang diproduksi benihnya.
A. Persyaratan tanah
Tanah yang akan digunakan untuk produksi benih bayam sebaiknya adalah tanah bera, bekas tanaman lain, atau bekas
bayam dari varietas yang sama. Bila tanahnya bekas tanaman bayam dari varietas lain, maka harus diberakan selama 3
BPTP Sulawesi Tenggara
http://sultra.litbang.deptan.go.id Powered by: Joomla! Generated: 25 July, 2009, 11:29
bulan.
B. Isolasi
Pertanaman bayam yang akan diproduksi benihnya harus terpisah dari pertanaman varietas lainnya dengan jarak paling
sedikit 200 meter. Apabila ada dua varietas yang berbeda dan bloknya sating berdampingan, maka tanggal tanamnya
diatur sedemikian rupa sehingga saat berbunganya berbeda
C. Roguing
Roguing adalah tindakan seleksi dengan membuang bibit atau tanaman yang mempunyai tipe simpang atau sakit.
Dalam produksi benih tanaman bayam tindakan roguing harus dilakukan pada beberapa tahap, diantaranya : tahap
pembibitan di persemaian, tahap pertumbuhan, dan tahap berbunga di lapangan. Hal-hal yang harus diperhatikan pada
waktu roguing adalah : keseragaman tipe pertumbuhan, bentuk daun, warna daun, warna batang, dan bentuk tandan
bunga.
D. Panen dan prosesing benih
Hal yang harus diperhatikan saat panen dan prosesing benih adalah kebersihan alat dan wadah dari campuran varietas
bayam lain. Panen benih dilakukan apabila tandan bunga bayam telah matang fisiologis yaitu bila telah berwarna coklat
(± 3 bulan setelah semai). Selanjutnya tandan bunga dikeringkan di bawah sinar matahari sekitar 3-4 hari. Setelah benih
dirasa cukup kering (KA ± 10 %), selanjutnya tandan bunga diremas secara halus sehingga benih bayam terkupas
kulitnya. Selanjutnya benih-benih bayam tersebut ditampi untuk dipisahkan dari kotoran, kemudian di kemas dalam
kemasan yang kedap udara dan air, misalnya dalam kemasan alumunium foil. Dapat juga benih bayam dikemas dalam
kantong kertas atau plastik, kemudian diletakkan dalam kotak atau kaleng yang tertutup rapat dan telah diberi bahan
pengering didalamnya (misal : serbuk gergaji atau kapur). Kotak/kaleng tersebut simpan di tempat yang kering dan
sejuk. Bayam siap panen 20-45 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan dengan dua cara : (1) sekali panen yaitu
memanen seluruh bagian tanaman untuk bayam cabut (2) beberapa kali yaitu memetik daun dan batang muda dengan
interval 2-3 kali/minggu untuk bayam petik minimal 60 hari.
Grubben, G.J.H. 1994. Amaranthus L. In : J. S. Siemonsma and Kasem Piluek (Eds.) : Plant Resources of South-East
Asia No. 8. Vegetables. Prosea. Bogor. 412 pp.  Sumber : Petunjuk Teknis Budidaya dan Produksi Benih Beberapa
Sayuran Indigenous   Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, 2006  Oleh : Rinda Kirana, Redy Gaswanto, dan
Iteu M. Hidayat 
BPTP Sulawesi Tenggara
http://sultra.litbang.deptan.go.id Powered by: Joomla! Generated: 25 July, 2009, 11:29

From → PERTANIAN

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: