Skip to content

DAHLIA

Februari 26, 2012
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 1/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
DAHLIA
(  Dahlia spp.   L. )
1. SEJARAH SINGKAT
Dahlia merupakan  tanaman bunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak.
Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko. Dahlia termasuk tanaman hias yang
terlambat dibudidayakan. Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789, dari  Royal
Botanical Garden  di Madrid, Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat.
Walaupun perkembangannya sangat lambat, pada tahun 1841 sudah terdapat 1.200
varietas. Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda pada masa
penjajahan di abad ke 19.
Saat ini dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai
belahan dunia. Di luar negeri, bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk
kelompok pemerhati bunga dahlia seperti  Dahlia Society of India, National Dahlia
Society of United kingdom  dan   American Dahlia  Society.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 2/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman dahlia adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Compositae
Genus : Dahlia
Spesies : Dahlia spp.   L.
Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa
mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun
tetap rendah). Bunga dahlia memiliki warna : putih, kuning, jingga, violet, merah,
ungu atau campurannya. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang
terbesar sekitar 30 cm. Spesies dahlia yang ada saat ini adalah  D. pinnata, D.
variabilis, D. coccinea, D. juarezii.
3. MANFAAT TANAMAN
Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan
jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita. Jenis Dahlia lain
yang kaya warna (dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk
digunakan sebagai tanaman di luar rumah.
Dahlia adalah tanaman berubi. Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam
bentuk inulin. Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia dimanfaatkan di bidang
kedokteran. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah, inulin
akan berubah menjadi fruktosa, suatu gula yang banyak digunakan dalam
pengawetan makanan atau pembuatan sirup. Karena itu, pemanfaatan inulin dari
dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa.
4. SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia untuk tujuan komersil, dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang
dan Cianjur (Jawa Barat).
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 3/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
5.2. Media Tanam
1) Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung
humus, memiliki tata udara baik dan gembur.
2) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6,0-8,0.
5.3. Ketinggian Tempat
Tanaman dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 700-1.000 m dpl.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
1) Teknik Penyemaian Bibit
a) Perbanyakan generatif dengan benih
Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan
lebih bervariasi. Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5
bulan. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan.
Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang
tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan. Bedengan dibuat dari
campuran humus, pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan
perbandingan 1:1:1. Tinggi bedengan 5 cm. Bibit disebarkan merata di atas
bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. Pada musim kemarau bedengan
ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih
agar kelembaban bedengan terjaga. Bedengan perlu diberi naungan bila
persemaian dilakukan pada musim hujan. Naungan berupa plastik transparan
setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat. Setelah benih berkecambah
dan berdaun dua helai, penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. Bibit
dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah, pada stadia ini akar
tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag
transparan 18×15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1).
Setelah tanaman berdaun 6  helai, dilakukan pindahtanam kedua ke dalam
polybag transparan 30×20 cm berisi media yang sama. Di dalam polybag ini
tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1,5-2 bulan dan siap untuk dijual.
b) Perbanyakan vegetatif dengan stek
Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan
bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. Bahan stek
diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm. Untuk menghindari penyakit,
gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong  tunas.
Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30×20 cm berisi campuran sekam
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 4/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa
dipindahtanam selama 3   hari.
c) Perbanyakan vegetatif dari ubi
Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. Ubi diambil dari tanaman
berumur 7 bulan. Untuk mendapatkan ubi, batang tanaman yang telah habis
masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah.
Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya.
2) Pemeliharaan Penyemaian
a) Tanaman di Persemaian
Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk
karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan. Penyiangan
gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang
masih mudah rusak.
b) Tanaman di dalam polibag
Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan. Gulma
jarang tumbuh, jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan
cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit, tanaman disemprot dengan
pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarau-hujan dan musim hujan. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1
minggu sekali.
6.2. Pengolahan Media Tanam
1) Penanaman di Polybag (dahlia mini dan dahlia besar)
a) Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata.
b) Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen
volume.
c) Buat lubang tanam ditengah media, tambahkan 1 gram pupuk NPK.
d) Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. Siram
sampai lembab.
e) Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu.
Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat
gejala serangan penyakit.
f) Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas
baik. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran
maksimal. Kriteria penjarangan bunga adalah:
1. Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku
ke tiga untuk tanaman Dahlia mini.
2. Di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga
untuk tanaman Dahlia yang besar.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 5/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
2) Pembentukan Bedengan
Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm, tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan
kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. Setelah bedengan terbentuk,
tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. Tambahkan pupuk
kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah
bedengan. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm. Rapikan kembali
bedengan.
6.3. Teknik Penanaman
1) Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm.
2) Cara Penanaman Ubi
Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm.
Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman
Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai
tanaman berumur 3 minggu. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan
terlambat dilakukan terutama jika udara panas. Penjarangan bunga perlu
dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya
diameter bunga mencapai maksimum. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu
bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai, sedangkan pada dahlia semi
kaktus dapat 5 – 6 bunga.
2) Penyiangan
Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan sert
pembumbunan. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan
menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. Ketika tanaman mencapai 1
m, tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah.
3) Pemupukan
Dilakukan setiap 10 hari dengan urea, SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau
NPK sebanyak 5 gram. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Pupuk
diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. Tutup pupuk dengan
tanah.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 6/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
4) Pengairan dan penyiraman
Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. Di awal pertumbuhannya, tanah di
sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering. Pada
saat itu, jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca.
Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari. Penyiraman juga perlu
dilakukan setelah pemberian pupuk.
7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
a) Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.)
Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang. Ulat memotong titik tumbuh atau
pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu
terutama di siang hari.  Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat
bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma, pemberian furadan
walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau
Hostathion.
7.2. Penyakit
1) Embun tepung/Powdery mildew
Penyebab : jamur  Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau  Uncinula
necator).  Gejala: bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih
tipis seperti tepung, daun akan mengering dan gugur.  Pengendalian: fungisida
Benlate atau Rubigan 120 EC. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim
dari hujan ke kemarau.
2) Virus
Penyebab : jenis virus CMV, TSV, TSWV dan DMV.  Gejala: pertumbuhan
tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil.  Pengendalian: mengendalikan
perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips, merendam benih dalam
air panas, menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida.
Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari
kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA.
8. PANEN
Panen tanaman dahlia dapat berupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan
pemanis diambil dari dahlia besar, dahlia kaktus atau semi kaktus.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 7/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
8.1. Ciri dan Umur Panen
1) Bunga: tiga bulan setelah tanam, bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu
sampai 4 bulan kemudian. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan
diameter 10 cm.
2) Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam.
8.2. Cara Panen
1) Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai
bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. Bunga dahlia semi kaktus dipanen
dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga.
2) Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan
di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. Batang dipotong sampai
ketinggian 10 cm dari pangkal batang, tanah di sekitar batang digali dan ubi
diangkat bersama-sama dengan batangnya.
8.3. Prakiraan Produksi
1) Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m
2
), dihasilkan bunga sebanyak 1500
kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen.
2) Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. Dahlia
kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. Dalam
10 tumbak (140 m
2
) dihasilkan 400 kg ubi.
9. PASCAPANEN
1) Bunga
Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang, biasanya bunga langsung
dijual ke pasar bunga (konsumen).
2) Ubi
Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai
berikut:
1. Ubi dicuci bersih, dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm.
2. Potongan ubi digodog dengan air selama  20 menit.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2)
pada tahun 1999 di Lembang, Jawa Barat.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 8/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
1) Biaya produksi
1. Sewa lahan 420 m2 untuk 1 musim tanam Rp.     100.000,-2. Bibit: 2000 @ Rp. 1.000,- Rp.  2.000.000,-3. Pupuk
– Pupuk kandang Rp.      45.000,– Pupuk buatan Rp.     525.000,-4. Pestisida Rp.     750.000,-5. Alat (polibag, sekam dll) Rp.  2.750.000,-6. Tenaga kerja Rp.  2.625.000,-7. Lain-lain Rp.     500.000,-Jumlah biaya produksi Rp.  9.295.000,-2) Pendapatan: 25.000 kuntum x 16 minggu @ Rp.35,- Rp. 14.000.000,-3) Keuntungan  Rp.   4.705.000,-4) Parameter kelayakan usaha
1. rasio output/input = 1,506
Harga dahlia mini di dalam polibag antara Rp. 600,- sampai Rp. 1.000,- dan dahlia
besar di dalam polibag antara Rp.1.000,- sampai Rp.1.500,-. Tanaman dijual di
kebun dan selalu habis sebelum bunganya mekar. Dengan biaya produksi termasuk
buruh sekitar Rp. 350,- sampai Rp. 400,- per polibag, penjualan dahlia sebagai
tanaman pot atau tanaman di luar rumah akan menguntungkan.
10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Dahlia adalah tanaman hias yang sangat digemari di manca negara tetapi di
Indonesia belum terlalu populer. Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di
Inggris, Amerika atau India. Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik
seiring dengan minat masyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu
kebutuhan.
Sebenarnya, potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan
inulin di dalam ubi. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa. Saat ini Indonesia
masih mengimpor gula fruktosa. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan
menjadikannya sebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa
yang cerah. Harga inulin, harga sirup fruktosa Rp. 3.100,-/kg (1990).
11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup
Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu, cara pengambilan contoh
dan pengemasan.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 9/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
11.2. Deskripsi

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu
Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat
ditentukan oleh negara pengimpor.
11.4. Pengambilan Contoh
Dari satu partai atau lot bunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1.000 kemasan,
contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas:
a) Contoh yang diambil semua, jumlah kemasan bunga dalam partai 1–5.
b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5, jumlah kemasan bunga dalam partai
6–100.
c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7, jumlah kemasan bunga dalam partai
101–300.
d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9, jumlah kemasan bunga dalam partai
301–500.
e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10, jumlah kemasan bunga dalam partai
501–1001.
Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya
tiga tangkai bunga. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai,
diambil satu tangkai. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara
acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Petugas pengambil
contoh harus memenuhi syarat, yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan
diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.
11.5. Pengemasan
1) Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan
pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong
plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang
sesuai.
2) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari
kertas khusus  Sleeves. Kuntum tidak tertutup seludang, pangkal bunga diberi
kapas basah.
3) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. Pada
bagian luar kemasan diberi tulisan:
1. Nama barang.
2. Jenis mutu.
3. Nama atau kode produsen/eksportir.
4. Jumlah isi.
5. Negara tujuan.
TTG BUDIDAYA PERTANIAN
Hal. 10/ 10
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340
Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id
4) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan
kelembaban udara 60-65 %.
12. DAFTAR PUSTAKA
1) Bailey, L. H. 1937. The Standard Cyclopedia of Horticulture. Macmillan Company.
New York.
2) Fisher, A. A. Virus Infection in Dahlia-Part II. Indian Dahlia Annual 1998:57-60
3) Lutony, T.L. 1993. Tanaman Sumber Pemanis. Penebar Swadaya. Jakarta
4) Molzer, V. 1986. Flore des Jardins. GRÜND. Paris
5) Vinayananda, S. 1998. Flowerbad Dahlias. Indian Dahlia Annual 1998:22-24
Jakarta, Februari 2000
Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS
Editor : Kemal Prihatman
KEMBALI KE MENU

From → PERTANIAN

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: