Skip to content

KAKAO

Februari 26, 2012
USAHATANI
TANAMAN PANGAN
DI ANTARA
TANAMAN KAKAO MUDA
Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) LPTP Koya Barat, Irian Jaya No. 01/2000
Diterbitkan oleh: Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya Barat
Jl. Yahim – Sentani – Jayapura

NO. 01/2000           Seri: BUN/PAATP/SR      Agdex :100/20     Agustus 2000

PENDAHULUAN

Pada umumnya petani kakao di Irian Jaya cenderung membiarkan kebun kakaonya
untuk sementara waktu, kemudian berkebun atau meramu di tempat lain.
Kecenderungan ini menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya produktifitas
kakao di daerah ini. Di pihak lain jarak antara tanaman kakao relatif lebar.

Memperhatikan kedua hal tersebut, kami sarankan agar petani memanfaatkan lahan
sela di antara tanaman kakao. Dengan demikian tanaman kakao dapat lebih terawat.
Petani pun memperoleh tambahan pendapatan sebelum kakao menghasilkan. Juga
memperoleh bahan pangan komsumsi keluarga, tanpa harus meninggalkan kebun
kakao.

Untuk mendorong dan membantu petani memilih pola usahatani yang dapat
diterapkan pada lahan sela diantara tanaman kakao muda, LPTP Koya barat
menyodorkan 2 alternatif pilihan. Pola usahatani ini dapat diterapkan sampai
tanaman kakao berumur 3 tahun sesuai pertumbuhan kanopinya.

POLA USAHATANI ANJURAN

POLA I : Kakao /Jagung + Keladi

–  Olahlah lahan sela, kira-kira 1 m dari tanaman kakao secara ringan.
–  Tanam jagung secara tugal 1-2 benih per lubang dengan jarak 100 cm x 50
cm.
–  Kemudian tanam juga keladi diantara barisan tanaman jagung dengan jagung,
jarak tanam keladi 100 cm x 100 cm, satu anakan per lubang tanam.
Tanamlah tanaman sela pada awal musim hujan.
–  Pupuk tanaman sela dengan 112,5 kg/ha, dalam 2 tahap yaitu 37,5 kg pada
saat tanam dan 75 kg 30 hari setelah tanam; 150 kg/ha TSP berikan pada
saat tanam dan 125 kg /ha kcl juga diberikan pada saat tanam.
–  Pupuk juga tanaman kakao dengan 6 kg/ pohon pupuk kandang, 20-90 gr /
pohon pupuk urea, 20-25 gr / pohon pupuk TSP dan 20 -70 gr / pohon pupuk
kcl dengan cara melingkari radius kanopi kakao.

–  Pada umur 15 hari dan 30 hari setelah tanam, siangilah tanaman sela,
sekaligus bumbun tanah ke arah barisan tanaman sela. Gunakan kored.
Siangi tanaman kakao menurut keadaan, secara piringan.
–  Lakukan pengendalian secara terpadu. Kalau perlu, gunakan pertisida
menurut anjuran dengan bijaksana.

Pola II : Kakao l jagung + kacang tanah

–  Olahlah lahan sela secara ringan kira- kira 1 m dari tanaman kakao.
–  Tanam jagung secara tugal dengan jarak 100 cm x 50 cm.
–  Di antara barisan tanaman jagung dengan jagung, tanam kacang tanah
dengan jarak 50 cm x 20 cm.
–  Pupuk dengan 112,5 kg/ha urea, dalam 2 tahap yaitu 37,5 kg/ha saat tanam
dan 75 kg/ha 30 hari setelah tanam; 150 kg TSP pada saat tanam, 75 kg/ha
kcl saat tanam, secara larikan di kiri-kanan tanaman sela.
–  Pada umur 15 hari dan 30 hari setelah tanam siangi dan bumbun tanah.
–  Kendalikan hama secara terpadu, kalau perlu gunakan pertisida secara
bijaksana.

Sumber : Hasil penelitian SADP, Irian Jaya 1997-1999.
 

From → PERTANIAN

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: