Skip to content

PRODUKTIVITAS PRIMER PERAIRAN

Februari 26, 2012
<!–[if !mso]> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } <![endif]–>

I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Kolam atau danau memiliki banyak sekali manfaat bagi manusia, misalnya untuk aktifitas sehari-hari yaitu untuk konsumsi air minum serta untuk kebutuhan lainnya. Danau atau kolam juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan-ikan yang sangat nantinya dapat dimanfaatkan manusia untuk dikonsumsi. Pemanfaatan lainnya adalah sebagai bahan cadangan air yang digunakan sebagai parameter kedalaman sumur penduduk sehingga bila air danau debitnya sangat kecil maka dapat dipastikan kedalaman sumur penduduknya akan semakin dalam. Pelestarian danau sangat diperlukan mengingat banyaknya manfaat dari sebuah danau.
Budidaya ikan atau udang pada kolam atau danau tidak terlepas dari pengaruh kesuburan pada kolam atau danau tersebut jika ingin berhasil. Kesuburan atau produktivitas primer pada kolam atau danau meliputi plankton, DO, CO2, dan lain-lain. Produktivitas primer merupakan energi utama yang mendasari struktur tropik ekosistem perairan dan merupakan tanggapan terhadap kondisi fisik-kimia yang ada. Perubahan masukan unsur hara ke dalam perairan akan berpengaruh terhadap produktivitas primer.
Latar belakang pratikum ini dilakukan adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan pada suatu kolam atau danau sehingga kolam atau danau tersebut bisa di gunakan secara optimal, misalnya untuk budidaya ikan dan udang, untuk kebutuhan sehari-hari (konsumsi air minum), dan lain-lain.
B. Tujuan
1.      Mengetahui cara mengukur produktivitas primer perairan dengan menggunakan metoda botol terang-botol gelap.                         
2.      Mengetahui produktivitas suatu perairan.
3.      Mengetahui kepadatan plankton yang diduga berpengaruh terhadap produktivitas suatu perairan.
C. Tinjauan  Pustaka
Produktivitas primer menggambarkan jumlah pembentukan bahan organik baru per satuan waktu. Senyawa organik yang baru akan terbentuk melalui proses fotosintesis. Kegiatan fotosintesis di perairan waduk dilakukan oleh fitoplankton dan tanaman air (Boyd 1979). Produktivitas primer ini sering dinyatakan dalam mg C/m3/jam atau mg C/m3/hari untuk satuan volume air dan mg C/m2/jam atau mg C/m2/hari satuan luas kolom air. Menurut Suwigyo (1983) produktivitas primer dapat dipakai untuk menentukan keseburan suatu perairan. Klasifikasi tingkat kesuburan tersebut adalah: 0-200 mg C/m3/hari termasuk oligotrofik, 200-750 mg C/m3/hari termasuk mesotrofik dan lebih dari 750 mg C/m3/hari termasuk eutrofik (Triyatmo dkk 1997).
Produktivitas primer dapat diartikan sebagai kandungan bahan-bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis oleh organisme berklorofil dan mampu mendukung aktivitas biologi di perairan tersebut. Produktivitas primer dapat diketahui nilainya dengan cara mengukur perubahan kandungan DO yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Produksi oksigen dapat menjadi dasar pengukuran adanya kesetaraan yang kuat antara O2 dan pangan yang dihasilkan (Odum 1970).
            Produktivitas primer dalam bentuk plankton dianggap salah satu unsur yang penting pada salah satu mata rantai perairan. Plankton-plankton yang ada dalam perairan akan sangat berguna dalam menunjang sumberdaya ikan, terutama dari golongan konsumen primer. Densitas dan diversitas fitoplankton dalam perairan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tersebut. Densitas fitoplankton akan tinggi apabila perairan yang didiami subur (Boyd 1982).
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas primer perairan. Faktor-faktor tersebut bisa dibagi menjadi 3 yaitu faktor kimia, fisika, dan biologi. Faktor kimia seperti kandungan fosfat dan nitrat adalah merupakan hara yang pentong untuk pertumbuhan dan reproduksi phytoplankton. Bila dikaitkan dengan faktor fisika dan level air maka pada level air yang rendah dengan tersedianya sinar matahari menghasilkan produktivitas primer yang tinggi. Disamping faktor kimia dan fisika, faktor biologi seperti perbandingan komposisi biomassa phytoplankton dan zooplankton, memperlihatkan bahwa jumlah individu dalam populasi phytoplankton jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah individu dalam populasi zooplankton, dan karena yang melakukan fotosintesa didalam ekosistem perairan adalah phytoplankton, ini berakibat langsung terhadap tingginya produktivitas primer (Kaswadji 1976).
Komposisi dalam suatu perairan dipengaruhi oleh proses-proses fisika, kimia, dan biologi yang terjadi. Air tawar berasal dari hujan atmosfer yang mengandung bervariasi zat organik dan anorganik. Partikel-partikel tersebut berasal dari garam-garam lautan, debu, atau emisi industri sebagai inti dari uap air yang mengalami kondensasi menjadi awan.  Hujan jatuh ke daratan menyebabkan aliran permukaan diatas tanah dan batuan yang melarutkan bermacam-macam zat sehingga kandungan mineral air hujan meningkat.  Air mengalir mencapai kolam, danau atau waduk, bahan partikel yang lebih besar mengendap karena gerakan turbulensi kurang cukup untuk mensuspensi kembali (Boyd 1979).
Produktivitas primer dapat didefenisikan sebagai kandungan bahan-bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis oleh organisme dan mampu mendukung aktivitas biologi di perairan baik perairan tawar maupun lautan lepas. Produktifitas primer fitoplankton merupakan suatu kondisi perairan dimana kandungan zat-zat organik yang dapat dihasilkan oleh fitoplankton dari zat anorganik melalui proses fotosintesis (Nybakken 1992).


II. METODOLOGI
A. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada:      
a. Hari, Tanggal     : Kamis, 29 September 2005
b. Waktu               : 06.00- 18.00
c.  Tempat             : a. Laboratorium Ekologi Perikanan UGM
                                      b. Kolam Percobaan Jurusan Perikanan UGM
                                      c. Lembah UGM
B. Alat dan Bahan
1.      Alat:
a.       secchi disc                                       
b.      Termometer                         
c.       pH meter                                         
d.      botol oksigen                                   
e.       gelas ukur                                        
f.       mikroskop                                       
g.      ember
h.      pipet tetes
i.        pipet ukur
j.        erlenmeyer
k.      plankton net
l.        sedwich Rafter
m.    botol film
n.      plastik hitam dan putih
o.      karet
p.      tali rafia
2.      Bahan:
a.       reagen O2                            
b.      larutan H2SO4 pekat            
c.       larutan Na2S2O3 1/80 N                                          
d.      larutan MnSO4          
e.       indikator amilum
f.       larutan formalin 4%
C.  Cara Kerja
1.  Pengambilan sampel dan data lapangan
a.       Menyiapkan semua alat dan bahan dengan sebaik-baiknya sebelum pelaksanaan
b.      Mencuci botol gelap-terang sampai bersih dengan air bersih bebas organisme
c.       Mengisi botol terang I dengan air permukaan dan mengukur kandungan O2 terlarutnya
d.      Mengisi botol gelap-terang II, III dan IV dengan air permukaan dan menginkubasi pada kedalaman yang diinginkan pada waktu matahari belum cukup intensif bersinar (sekitar pukul 06.00 WIB)
e.       Mengambil botol gelap-terang II pada jam 10.00 WIB dan mengukur kandungan O2 terlarutnya. Mengukur kandungan O2 terlarut pada saat itu sebagai kontrol kualitas air
f.       Mengambil botol gelap-terang II pada jam 14.00 WIB dan mengukur kandungan O2 terlarutnya. Mengukur kandungan O2 terlarut pada saat itu sebagai kontrol kualitas air
g.      Mengambil botol gelap-terang II pada jam 18.00 WIB dan mengukur kandungan O2 terlarutnya. Mengukur kandungan O2 terlarut pada saat itu sebagai kontrol kualitas air
                                                      (LB-DB) (1000) (0,375)
      Produktivitas primer kotor = ——————————–
                                                                     (Pq) t
LB     =  kandungan O2 terlarut akhir dalam botol terang
DB     =  kandungan O2 terlarut akhir dalam botol gelap
Pq      =  hasil bagi fotosintesis (molekul O2 yang dihasilkan dibagi molekul CO2 yang digunakan) = 1,2
0,375 = faktor konversi dari berat molekul 12 atom O terhadap 6 atom C pada persamaan fotosintesis
t   =  waktu inkubasi
2.  Pengambilan sampel dan pengamatan plankton
a.       Mengambil sampel air sebanyak 20-50 liter (a) dan memampatkan ke dalam botol yang sudah diketahui volumenya (b) dengan menggunakan jaring plankton untuk mengetahui kepadatan plankton
b.      Memfiksasi dengan menggunakan larutan formalin 4%
c.       Memasukkan sampel plankton ke dalam sedgwick Rafter hingga penuh dengan menggunakan pipet tetes dan menutup dengan gelas penutup. Memastikan volume sedgwick Rafter yang digunakan (c)
d.      Mengamati di bawah mikroskop dan menghitung semua plankton yang terdapat dalam sedgwick Rafter (d)
                                              d x b/c
      Kepadatan Plankton = ————– individu/liter
                                                  a
                                                                                                                                   III.          HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil pengamatan
Terlampir
B.     Pembahasan
1. Pembasan per lokasi
Praktikum limnologi acara produktivitas primer bertujuan untuk mempelajari cara pengukuran produktivitas primer perairan dengan menggunakan metode botol terang dan botol gelap, mengetahui produktivitas suatu perairan serta mengetahui kepadatan plankton yang diduga berpengaruh terhadap produktivitas primer suatu perairan. Parameter fisik yang digunakan adalah suhu air dan udara serta kecerahan, parameter kimia yang digunakan adalah kandungan DO (botol gelap dan terang) dan parameter biologi adalah densitas dan diversitas plankton. Praktikum kali ini mengambil tempat di danau UGM dan kolam Perikanan UGM.
1.      Kolam perikanan
a.       Inlet
Pada pukul 06.00 WIB hanya dilakukan pengambilan sampel untuk kemudian dilakukan pengukuran pada pukul 12.00 dan 18.00 WIB. Produktivitas primer pada pukul 12.00 WIB pada kedalaman 40 dan 80 cm nilainya sama yaitu sebesar 0. Hal ini disebabkan oleh keseimbangan antara produsen (plankton) dan konsumen (bibit ikan). Bibit ikan membutuhkan plankton-plankton yang ada di  bagian inlet untuk menjadi makanannya sehingga menyebabkan nilai produktivitas primernya 0. Pada jam 18.00 WIB, nilai produktivitas primer kedalaman 40 sebesar 20,833 mg C/m3/jam. Hal tersebut disebabkan oleh pada kedalaman tersebut sinar matahari masih bisa menembus daerah tersebut sehingga fitoplankton banyak yang melakukan fotosintesis dan suhu air pada kedalaman tersebut sangat di senangi oleh fitoplanton, dan bahan-bahan organik terdapat banyak pada kedalaman tersebut sehingga menimbulkan daerah tersebut nilai produktivitas primernya tinggi. Pada kedalaman 80 cm nilai produktivitas primernya sebesar -10,416 mg C/m3/jam.
b.      Outlet
Pada pukul 06.00 WIB hanya dilakukan pengambilan sampel untuk kemudian dilakukan pengukuran pada pukul 12.00 dan 18.00 WIB. Nilai produktivitas primer pada pukul 12.00 WIB pada kedalaman 40 cm sebesar 0 dan kedalaman 80 cm sebesar 10,416 mg C/m3/jam. Nilai Produktivitas primer pada kedalaman 80 cm menjadi tinggi karena nilai kecerahan dan suhu pada kedalaman tersebut sangat cocok untuk fitoplankton melakukan fotosintesis dan zooplankton melakukan respirasi.  Pada kedalaman 40 cm suhu permukaan sangat panas sehingga plankton kurang suka pada keadaan tersebut. Pada jam 18.00 WIB, nilai produktivitas primer kedalaman 40 sebesar -10,416 mg C/m3/jam. Pada kedalaman 80 cm nilai produktivitas primernya sebesar 10,416 mg C/m3/jam. Hal tersebut dikarenakan oleh keberadaan fitoplankton yang banyak melakukan fotosintesis dan tingginya densitas plankton juga merupakan faktor yang berpengaruh dan kebanyakan didominasi fitoplankton yang menghasilkan oksigen dari fotosintesis. Hal ini membuat kadar DO kontrol pada saat pengukuran menjadi tinggi.
2.      Danau UGM
1.      Inlet
Pengukuran produktivitas primer dilakukan pada pukul 12.00 WIB, sampel diletakkan mulai pukul 06.00 WIB. Pada kedalaman 40 cm dan kedalaman 80 cm  nilai produktivitas primernya sama yaitu sebesar 72,916 mg C/m3/jam. Nilai ini tinggi yang disebabkan karena suhu air dan udara yang rendah serta kecerahan yang tinggi. Tingginya densitas plankton juga merupakan faktor yang berpengaruh dan kebanyakan didominasi fitoplankton yang menghasilkan oksigen dari fotosintesis. Hal ini membuat kadar DO kontrol pada saat pengukuran menjadi tinggi. Pengukuran produktivitas primer dilakukan pada pukul 18.00 WIB pada kedalaman 40 cm mendapatkan nilai produktivitas primer sebesar -26,041 mg C/m3/jam. Nilai produktivitas primer pada kedalaman 80 cm adalah -15, 625 mg C/m3/jam.
2.      Outlet
Pengukuran produktivitas primer dilakukan pada pukul 12.00 WIB. Pada kedalaman 40 cm  produktivitas primernya adalah 208,33 mg C/m3/jam dan pada kedalaman 80 cm adalah 104,16 mg C/m3/jam. Nilai Produktivitas primer pada kedalaman 40 cm menjadi tinggi karena pada kedalaman tersebut kecerahannya lebih tinggi daripada pada kedalaman 80 cm sehingga fitoplankton banyak di daerah tersebut dan disebabkan oleh suhu air dan udara yang rendah serta kecerahan yang tinggi. Tingginya densitas plankton juga merupakan faktor yang berpengaruh dan kebanyakan didominasi fitoplankton yang menghasilkan oksigen dari fotosintesis. Hal ini membuat kadar DO kontrol pada saat pengukuran menjadi tinggi. Pada kedalaman 80 cm, nilai produktivitas primernya rendah karena kecerahan yang rendah dan disebabkan oleh bertumpuknya sampah sehingga air menjadi kotor dan naik suhunya. Keadaan ini diperparah dengan kurangnya kandungan unsur hara dalam perairan yang membuat plankton tidak mendapat cukup nutrisi untuk beraktivitas. Pengukuran produktivitas primer dilakukan pada pukul 18.00 WIB pada kedalaman 40 cm adalah 218,75 mg C/m3/jam. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan kedalaman 80 cm adalah 88,541 mg C/m3/jam karena pada jam 18.00 WIB matahari sudah mulai tenggelam sehingga sinar matahari pada kedalaman 40 cm bisa masuk dengan baik sehingga proses fotosintesis bisa terjadi sedangkan pada kedalaman 80 cm sinar matahari tidak bisa masuk sehingga proses fotosintesis tidak terjadi dan disebabkan oleh bertumpuknya sampah sehingga air menjadi kotor dan naik suhunya. Keadaan ini diperparah dengan kurangnya kandungan unsur hara dalam perairan yang membuat plankton tidak mendapat cukup nutrisi untuk beraktivitas.
2. Pembahasan umum
Berdasarkan hasil pengamatan produktivitas primer paling tinggi terdapat pada danau. Danau adalah tempat yang luasnya lebih besar daripada kolam sehingga plankton yang hidup di daerah tersebut lebih banyak dan danau UGM di bagian tenggah-tengahnya terdapat taman yang kecil. Hal tersebut menyebabkan banyaknya plankton. Nilai produktivitas primer yang tinggi dipengaruhi oleh faktor fisik, kimia dan biologi. Danau  lebih memiliki kualitas perairan yang baik dan produktivitas primer perairan yang baik dibandingkan dengan kolam. Tinggi dan rendahnya nilai produktivitas primer perairan tersebut sangat dipengaruhi oleh aktvitas organisme perairan dalam mensuplai oksigen terlarut dan penggunaan oksigen terlarut tersebut serta kondisi-kondisi lain yang juga mempengaruhi adalah suhu dan kecerahan yang mencakup tinggi rendahnya intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam perairan tersebut serta densitas planktonnya yang melakukan proses fotosintesis tadi.
Nilai produktivitas primer pada kolam rendah disebabkan salah satunya oleh pemupukan yang berlebihan. Pemupukan yang berlebihan akan mengakibatkan zat amoniak pada kolam sehingga akan membunuh beberapa plankton dan membuat ikan stress dan jumlah padat tebar yang melebihi batas  juga mempengaruhi. Jumlah padat yang tidak terbatas menyebabkan nilai DO yang tersedia cukup berkurang dan menambah terjadinya persaingan atau kompetis dan perlakuan terhadap perairan juga mempengaruhi produktivitas perairan seperti pada kolam yang dilakukan pengapuran serta pemberian pakan ikan yang menggunakan pakan buatan yang berupa pelet. Perlakuan tersebut tentu saja akan mempengaruhi produktivitas suatu perairan karena pemupukan dan pengapuran akan merubah kondisi perairan serta kandungan bahankimia pada pelet buatan juga akan mempengaruhi keadaan perairan. Ekosistem yang terbuka serta merupakan tempat wisata membuat danau ini cukup kotor. Banyaknya sampah yang dibuang ke dalam perairan membuat perairan menjadi tercemar. Tidak adanya pemupukan juga membuat unsur hara pada perairan ini selalu kekurangan.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
1.      Produktivitas primer adalah nilai kesuburan pada suatu kolam atau danau; kandungan bahan-bahan organik yang dihasilkan dari proses fotosintesis oleh organisme dan mampu mendukung aktivitas biologi di perairan baik perairan tawar maupun lautan lepas.
2.      Tingkat produktivitas primer dipengaruhi oleh faktor fisik (suhu dan kecerahan), kimia (DO, CO2, pH dan alkalinitas), dan biologi (densitas dan diversitas plankton).
3.      Produktivitas primer Danau Lembah UGM lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitas primer Kolam Perikanan UGM.
B.     Saran
1.      Pratikan tetap semangat jangan putus asa
2.      Pratikum produktivitas primer
DAFTAR PUSTAKA
Boyd, C.E. 1979. Pengelolaan Kualitas Air. Dirjen Perikanan. Jakarta
Nybakken, J. W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologi. Cetakan ke-2. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Odum, E.D. 1970. Fundamentaly of Ecology 3th ed. W.B Sounders Company. Philadelphia.
Kaswadji, R. F. !976. Studi Pendahuluan Tentang Penyebaran dan Kemelimpahan Phytoplankton di Delta Upang, Sumatera Selatan. Karya Ilmiah Fakltas perikanan IPB Bogor. Bogor.
Triyatmo, B., Rustadi, Djumanto, S.B., Priyono, Krismono, N Sehenda, dan Kartamihardja, E.S., 1997. Studi Perikanan Di Waduk Sermo: Studi Biolimnologi. Lembaga Penelitian UGM Bekerjasama Dengan Agricultural Research Management Project. BPPP. 65 hal

From → LIMNOLOGI

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: