Skip to content

TERNAK KAMBING YG DIREKOMENDASIKAN

Februari 26, 2012
REKOMENDASI SISTEM USAHATANI TERNAK
KAMBING PADA LAHAN KERING DI LOMBOK TIMUR
Yohanes G. Bulu, Sasongko WR dan Mashur
PENDAHULUAN
Produksi dan produktivitas  ternak kambing di lahan kering
tergolong  rendah  disebabkan  antara lain  : (‘l). penerapan  inovasi  teknologi
pemeliharaan  kambing di lahan kering sangat rendah; (2). usaha
pemeliharaan  ternak kambing pada umumnya masih dilakukan sebagai
usaha sampingan dan belum dijadikan alternatif usaha sebagai sumber
pendapatan  utama rumah tangga. Pengembangan inovasi teknologi
sistem usahatani ternak kambing pada lahan kering dilakukan melalui
pendekatan sumberdaya lokal, sosial ekonomi, sosial kelembagaan
(teknologi sosial) dan sosial budaya masyarakat setempat, dapat
meningkatkan produksi dan pendapatan rumah tangga
petani lahan
kering.
46
Rekomendasi Paket Teknologi Pertanian

BPTP NTB
HASILPENGKAJIAN
Kemamp!an  petan menerapkan  teknologi anluran sangal
leruantung  pada lingkat  keterampilan  pengetahuan  dan penga  aman
se(a permodalan  yang dimiliki.  Ketiga
jndikator
te.sebut  akan
mempenihatkan  tingkai penerapan  komponen  ieknotog anjuran.
Tingkal  kelerampilan,  pengetahuan  dan pemrlikan  permodalan  petani
yang re atif lerbatas  berhubungan  ker.ampuan petai untuk
menerapkan  komponen  leknologi  secara sempurna retatif  tebalas
1. Pembibitan
Analisis  Anggaran  Parsial
Hasil analisls  anggaran  parcial menuniukkan  bahwa usaha
pemb bilan ternak kambing dengan tambahan  inovasi  re alif
mengunlungkan  sebesaf Rp 1.076.197 Penambahan  inovas
teknolog  pada usaha pembibitan  kambing  diikuli  dengan  tambahan
bjaya  dan tambahan
penerimaan.  Besarnya  tamabhan  braya Rp
546 627,  sudah  lermasuk  lambahan  biaya sesuaibunga  Bank g!na
menila ke ayakan  ifveslasi.  Akibat dar tambahan  novasi  teknologi
yang  diikutidengan  tambahan  biaya be.dampak  pada kenaikan  has I
alau keunlungan  kolor sebesar Rp 1.642.824 (Tabel
2)
Tabel2 Analis s anggaran  parsial untuk pembibiian  ternak  kamb ng
yang di akukan petani koopefator  dan non kooperator  setama
2 (dua)  siklus  produksi,2004.
BiavaTambahan  Tambahan Penerimaan
1.8iaya  npll :
Kenaikan Hasil Rp 1.642.824
a.lnduk  bakalan : Rp256.000
b.Pakan  hijauan : Rp 80500
c. Obalobaian : Rp 17.727
d.Kandang  : Rp 120.000
2 BLrnga  (18%  per lahun)  : Rp 72.400
Penouranoan  Penerimaan  : 0 Penouranoan  B ava 0
SubTotalA Rp546.627  Sub Tota B rRp 1.642.A24
Perubahan  : (B)- (A) =
Rp 1.642.824 Rp 546 627
Sunbe. : Dab Pnmet Dialah 2004
Rekomendasi  Paket Teknologi Peftanian ”
BPTP NTB
:Rp 1 076 T97
47
Analisis Ketayakan Ekonomi
Tabet3. Analisis kelayakan  ekonomi  usaha ternak  kambing  pembibitan
di Desa Sambelia,  2004
NLa Nilai
a) Calon nduk  (bakalan)  (Rp/ekor) 1025000 508000
b) Anal.  lambms  Pedel(Rp/elor) 3 150000 2 100000
c) Ka mbing lepas  sapih  (R  pieko  r) 150.000
d) Pejantan  n a awal  (Rdekor) 1 200.000
1541,8 80.500100
D Pakan  penquat  (dedak)  (Rp,lq)
190 n.727
3 1
i) B aya pembuabn  bndang 120000 1 158.025
1542.727 966.025
a) JumLah  temal  ndul (Rp/elod 7 2.450.000 847.176
b) Jumlah
pejanlan  (Rp/eko4 400 000
c) Jumlah  anak epassaplh  (Rp/ekod 3 545.454 2 228035
d) Jumlah  bakahn  (Rp/ekoi 236.818
286 14318
3.246590 1.435.21r
1 703 863 470.186
110 0.49
Sumber:  Data primerdlolah  2004.
Hasil analisis kelayakan  ekonomi menunjukkan  bahwa
usaha pembibilan ternak kambing relatif menguntungkan
Pendapatan  petani kooperator  pada usaha pembibilan  ternak
kambing  lebih  tinggi  dibandingkan  pendapatan  yang diperoleh
petani non kooperator Hal ini sangat te tka rt dengan
penerapan teknologi yang relatif lebih baik serla jumlah
popu asl kambing  yang drpelihara  petani kooperatof  ebih
48
Rekomendasi Paket Teknologi Pertanian

BPTP NTB
banyak dar petanl non koop€rator Keuntungan tersebut  drlunjukkan
oleh nilai indeks  B/C Ratio sebesar 1 10 (Tabet  2) Jika d bandingkan
dengan tifgkal keuntungan petan sebeiunr pengkajan dengaf nitai
B?C Rato sebesar 0,5 sehingga idak berbeda dengan kondls pelani
non kooperalor  yang digunakan sebagai kontrol setama pengkaj an.
usaha penggemukan kambinq yang ditakukan oteh
beberapa pelani atau 1 (satu)
ketompok tani di desa Sambetia
secara ei(onomi memberjkan ke!ftungan bag pelani kooperator,
namun keLrnlungan iersebut reiatri kecrt Keuntungkan
penggemukan  kamb ng yang .eiai I kec I lersebut  ditunlukkan  oteh
nrar indeks B/C Ralro sebesar C 6 Di rai dafi aktifttas kegiatan
Felani dalam pemeliharaan  kambing dapat d kalakan bahwa usaha
r,enggemukan  terfak kambinq merupakan sumber pendapalan
uiama rumah langga. Dalam satu tahun mereka ctapal  metakukan
usaha penggemukan  berklsar  2,3 kati dengan tama usaha nrinima
rala .ala 4 bulan dengan rala .ata
jum
ah kambfg yang dipetihara
4 ekor. Fakior ain yang menunjukkan bahwa LSaha penggemukan
kamb ng sebagai usaha ulama yattu dir,a,ra
mereka defgan luasan  berk sar 0 5  1,0 ha ditanam lanaman  turi
secara rnonokultur.
fabel 4. Anaisis kelayakan ekonom usaha lernak kambing
penggemukan  d Desa Sambe ta
Sumber Dal, pnmerdolah
2oO4
eralor  Non Kooperator
a J umlah  janlan
d gemlkkan
r00  70 000
5.750
_
_  i80
r75.ooo  f  r
ToblBiaya  )  125A7aA
000 00c  r
i  400 000
o Palrr ‘
r aua. raprq4 d . 1or  -Tot lPenerimaan
I  :2 ooo ooo
Reko’iiendasi Paket Teknologi Peftanian –
Bpfp NTB
49
lJntuk  mencapai skala Lrsaha  kecil maka jumlah
kambing yang
digemukan perlu dilambah antafa 6

8 eko/siklus usaha Selain itu
dapal direncanakan  secara befantai sehingga  dalam satu tahun dapal
melakukan usaha penggemukan  6 8 kali dimana awal memular
penggemukan  bebeda pada setaap  rantal.  Ha inidapai  dilakukan  petanl
jika
mempunyai modal yang cukup sehlngga  benar-benarterkonsenlrasi
pada usaha penggemukan  kambing.
Analisis Investasi  Pen ggem ukana Ternak Kambing
Penggemukan  dilakukan  4 bulan setap petiode produks
dengan
jumlah  jumlah
karnbing  yang digemukan  .ata rata 4 ekor Hasil
analisis  dengan menggunakan  meiode ana isis  investasi
pada usaha
penggemukan  kambang  setiap periode secara ekonomi layak unluk
dilakukan.  Dari hasil analisis  diperoleh  NPV
=
0 artinva  kegiatan  usaha
penggemukan  tetnak kambing layak dilakukan  3 (lrga) kali pfoses
pfoduksi selama I
(salu) tahun
Tabel 5  Analisis kelayakair inveslasi usaha pembibitan ternak
kambing petani kooperaior di d3sa Sambela selama llga
periode (12 bulan). 2004
Benefit Cosi NPV DF 18
1 2.000 000 1254.750 706 639,6226
z 2 000 000 1.O75  754 622 579 2497
3 2 000.000 1075.750 776 01A 1223
ToIaINPV 2 305 436 955
sunrber:  Ilita
prinrcr dn)la’]
50
Rekomendasi  Paket Teknologi Penanian

BPTP NTts
lvlodel  pengembangan  usaha lernak kamb ng yang berorientasi
aglb s.rs ha.u:
-e-
pe,I|abalg\”  sr.lem da1
J.irlgar
pemasa’dr
serla kemampuan daya serap pasar pef kawasan. Skala usaha
pemel ha.aan ter.ak kamb ng bagi peternak merupakan bag an
ierpenl  ng yang perlu diperhalikan unluk mendukung keberlanlr.rlan
usaha agribisn  s lefnak kamblng di ahan kering.
T
tffi
hh.Lld-g-FJ
..;;;;,;;r
i  ;n;ni
l]]l.!:–4’F-,,
I  :>
*’sii-‘
f&E.r”q-I
Allernalif  model kelembagaan  pengembangan  ternak kambing spesink
Allernatii model pengembangan terrak kambing di lahan ke.ifg
yang dibangun  dalam pengkajian  slslem usahalaniadalah  membang!n
keiasama dengan pihak lerka t dan pengembangan usaha lernak
kambing dengan telap mengacu pada kondisj sumberdaya aiam ata!
pemanfaaian  sumberdaya  lokal.
(SDN/,  ekonomi, Sosial budaya) dan
sistem peffnodalan  yang relali berlahan sesuai kondisi masyarakal
Keberlanjutan usaha agr b snis lernak karnbing sangal
terganlung
pada ketahanan daf keberlanjutan  sub sisten produksi.
sub s slem teknologi  dan sub s slem kelembagaan Akan tetapi
juga
sangal dilentukan oleh pola usaha (pembib  tan/penggemukan)  yang
dlakukan se(a dukungan kelembagaan pemasaran. leknologi dan
kebjakan. Secafa unrLrm pola usaha peme haraan kamblns yanq
dominan  dilakukan petan ada ah pembibitan d samping !saha
51
Rekonendasi Paket Teknologi Peftanian –
BPTP NTB
Usaha penggemukan kambing ag3k sulit dipisahkan dengan usaha
pemblbitan Biasanya pelani melakukan pembibilan sekaligus
melakukan pembesaran dan penggemukan.
Informasi  teknologi dan sosial ekonomi metupakan infotmas
penting yang sangat dibutuhkan petani dalam pengembangan  usaha
peternakan.  Pefanan BPTP sebagai sumbet teknologi  atau penghasil
leknologi  dan pemerintah  daerah yang dalam hal lnl Dinas pelernakan
melalui PPL sebagai
pengguna leknologi dan sekaligus sebagal
pefantara  penyebaran  teknologi  ketingkal petani mampu menciptaKan
kerjasama dan koordinasi dalam meningkatkan daya saing usaha
oeternakan oada sentra-sentra
produksi. Penyebaran informasl
leknologi-leknologi  hasil penelilian petlu menjadi ptioritas dalan
mendukung pengembangan wilayah dan peningkalan produksi
kambing pada sentra-sentra
produksi. Alternatif model kelembagaan
pengembangan  kambing tercebuidapat
menjad i informasi  dasa r bag I
prhak lerkarl  dalam merancang program pengembangan  pelernakan
bisa dilakukan secata inleg rasi a nta ra lemak kambing dengan tanaman
jagung
dalam suatu konsep agabisnis. Upaya yang ditempuh dapal
berupa pengembangan dan aplrkasi model model vang
dapal
difeplikasi diberbagai  wilayah sesuai kondisi agroekosistem  dan pola
usaha petani selempat.
lvlasalah keterbriasan modal menrpakan salah satu masalah
uiama yag dihadapi pelani margrnal. Kelembagaan keuangan tormal
yaag bersed.a memberrkrn sk,m lredrt kepada petanr sebenarnva
cukup banyak akan tetapitidak ada yang dapatdengan mudah diakses
o{eh petani. Dukungan permodalan petani untuk usaha ternak kambing
baik dari usahalani lanaman
pangan, tanarnan  tahunan,  luar usahatani
dan luarpertanian  telatiflemah Hal ini disebabkan  pelanimiskin Inasih
mengutamakan kelahanan pangan rumah tangga sehingga dipetlukan
dokungan permodalan dar lembaga  finansialbaikiotmal
maupun non
Jumlah
populasi kambing yang dipelihara pef rumah tangga
yang oerlisar 5
– 7 ekor berj-n namou neldJkLng Lsaha lerlah
kanrbing yang memberikan pendapatan secara kontinv!, karena
sebagian besar modal yang berasal dai usaha lernak  digunakan unluk
keb!tuhan seharahari rumah langga
petan Oleh karena rtu populasl
iernak kambing dipelihara rumah iangga
yang dapat ditingkatkan
meniadi 10

15 ekor induk
52
Rekomendasi Paket Teknotogi Pertanian

BPTP NTB
Sistem perguliran lernak kamb ng yang dibangun dalam
penkajan ini  merupakan bansunan penguatan pernrodalan  petani/
kelornpok  dalam usaha lernak kambjng. Diharapkan model ini dapat
berlahan dan befke anjltan
L4odel  pengenrbangan  usaha lernak kambing yang bercienlasi
agribisn  s per u rprpe-rnbdio(a-  s srer dar
la
rngdn pemds”rdl
se a kemamp’ran daya serap pasar per kawasan. Skala usaha
peme haraan ternak kamb ng bagi peternak merupakan bagian
terpentfg yang penu d pefhatikan ‘rnt!k mendukung keberlanjulan
usaha agibisfis temak kambing di lahan kering
Allernatii  model pengebangan  temak  kamblng  di lahan  kering
Rekonendasi Paket Teknologi Pettanian –
BPTP NTB
53
TEKNOLOGI  DAN CARABUDIDAYA
1 –  Teknologi Reproduksi
a). Pemilihan bibit kanbing induk
.
Sehat, tidak  ierlalu
Semuk dan tidak c6cat.
.
Kaki lurus  dan kuat, beiatan tegak, sehat.
.
Alal kelaminnya  normal.
.
I\lemupunyai  sifat induk  yang baik (mengasuh
anak)
.
Ambing/buah susu normal (halus,
kenyal dan tidak terjadi
pembengkakan)
.
Sebaiknya dari keturunan  kembar dan unggut.
b). Penilihan Bibit Pejantan
.
Sehat, tubuh besar (sesuai  umurnya),  tidak cacat.
.
Dada lebar dan dalam.
.
KakilurLs  dan kuar, serta tumrt  tinggl
.
Kondisi badan besar, tinggi,  lincah,  berjalan  tegak badan
panjang dan gagah.
.
Kepaia besar,  leher  besar,  badan panjang,  ekor pendek
.
Nafsu kawin tinSSi  dan lebih  akiif.
.
Bulu bersih dan mengkitap.
.
Buah zakamya normai (2
buah, sama besar dan kenyal) alat
kelamin dapat ereksi dengan baik.
.
Dari keturunan  u ngguli sebaiknya  dari kelurunan  lahir  kembar.
.
Jika akan mengawinkan  kambing,  maka ternak  bet na dalam
keadaan  birahi dan sehat.
.
Ternak kambing  janlan
dan belina harus dl kumpulkan  oalarn
salu kandang kumpul/kandang  kawin.
.
Kambing  betina  yang berada  dalam keadaan  birch dengan
sendirinya  mendekali kambing  jantan
.
Proses  perkawinan  akan berjalan  dengan  lancar  apabia i dak
teftalang  oleh apapun.
.
P-.rkawinan  dapat terjadi  dua alau liga kali, ielap apabia
lernak  beiina  tidak  mau di kawinkan  lag berad iernak  betina
tersebui  te ah buntrng  dan harus dip sahkan dengan tefnak
54
Rekomendasi Paket Teknologi Pertanian –
BPTP NTB
Ternak kambing  betina yang bunting  hatus dibeti pakan yang
mengandung kalo.i dan proieln tinggi.

Ternak betna yang buniing mempunyai ciri-cni : nampak lebih
besar, lebih  gemuk dibagian  perutnya,  bulu makin mengkiLat,
ambing susunya mak n membengak dan menjadi besar, begitu
pura purng susunya.
2. Kandang
.
Kandang  terbuat  dari bahan yang kuat, hatga murah dengan
memanfaalkan bahan yang iersedia  di lokasr.

Ukurannya  2x3munluk 5ekof

Sebaiknya bentuk kandang panggung  lantai  tetbuat  dari papan/
lvlenggunakan  atap agar terhrndar  dari hujan dan panas
.
Sebaiknya disekal-sekal (kandang induk,  kandang pejantan
dan kandang sapih) untuk memudahkan pemeliharaan
Be.dinding tetapi  tidak lertulup  rapal harus ada ventilasr  unluk
memudahkan pertukaran  udara dan masuknya sinar malahari.

Menyediakan  lempat
pakan dan minum
.
Unluk kandang  kumpul sebaiknya  disediakan  kandang  kawrn.
3, Manajemen Pakan
.
Pakan hijalan yang mempunyai nilai gizi linggi seperti tur
lamtoro,  dan gamal.
Pemberian  pakan dai limbah  penanian  (daun
lagung,
daun
kacang hijau/  kacang  tanah dan daun-daunan)
b) Cara Pemberian Pakan

Pemberian  pakan disesuaikan  dar tujuan  produksi,  unluk
perturnbuhan  pembesaran,  pengemukan  dan pembiakan

Jumlah pakan yang diberikan  adaLah  8

10 % dati beta\
badan lernak.
Rekonendasi Paket feknologi Peftanian –
BPTP NTB
55

Untuk meningkatkan pertumbuhan’  maka diberi pakan pada
malam hari.

Induk  bunting diberikan pakan
vang
berkLralilas  baik dengan
kandungan  proteni dan kalori iinggi berkisat 10 %

25 %

Indukyangtelah  melahiftan diberikan  pakan yang berkualitas
baik dengan  kandungan  protenidan  kaloritinggi  be*isaf 10
Y6-25%
.
untuk meningkatkan prcduksi air susu
c). Cara mengatasi kekurcngan  pakan

Mengawetkan  hijauan makanan iernak saat hijauan
melimpah (sepetti  meinbuai silase dsb)

[,4emanfaatkan
jerami  padi, kacang-kacangan  dll sebagai

Memberikan pakan tambahan  seperii (dedak,  dsb)
4. Pengendalizn PenYakit

Selalu menlaga kebersihan  dan kesehatan  lernak

Membersihkan kandang dari sisa-sisa pakan dan kotorannya,

l\Iemberikan
pakan yang berkualitas  baik dan bergizi

Bila ada ternak
yang sakit harus segera dipisahkan darl
kelompoknya  agar yang lainnya  tidak  tertular

Vaksinasiuntuk  penyaki!penya  kit yang berbahaya  sepertianlrax
dan scaDles.

Anak kambing  umuf 2

3 bulan segera  disapih
.
Anak kambing prasaplh dlberikan pakan berkual[as
Kandang  sapih sebaiknva  tidak
iauh
dari kandang  induk
Proses penYao  nan dr’aksanahan  seLama  seringgL
.
Proses penyapihan  dianggap  selesai apabila anak kambrng
menuniukan  tanda{anda  tidak  mencai induk  untuk menyus’r
Selama  proses  penyapihan  anak kambing  dibetkan  pakan yang
berkualitas  ba k unluk perlurnbuhan.
56
Rekomendasi Paket Teknologi Pertanian

BPTP NTB
AGROEKOSISTEIM  WILAYAH PENGEMBANGAN
Lokasi pengebangan  tefnak  kambing  adalah daerah lahan  kering
dataran  rendah di Nusa Tenggara Earat yang mempunyai kemiripan
dengan  kondisi  agro-ekosistem  lahan  kering didesa Sambelia  kabupaten
Lombok  TimurAgfoekosislern  lahan  kering secara umum saogat cocok
unluk pengembangan  lernak kambjng di mana di wilayah ini tersedia
sumbe.daya  lokal yang dapal mendukung pengembangan  ternak
kambing,  baik usaha pembibilan  maupun usaha penggemukan.
Rekomendasi Paket feknologi  Pertanian –
BPTP NTB
57

From → PETERNAKAN

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: